Sepenggal Kisah Tentang Perjuangan Mencari Nafkah

Picasso tim

Barang sudah selesai diangkut ke mobil box, dua jadwal pemasangan karpet sajadah di Jogja dan Sragen sudah siap. Bismillah, mobil di starter, semoga perjalanan dari Jakarta dan semua rencana berjalan lancar sesuai yang diharapkan.

Tiba di Jogja, dua staff lain sudah menunggu. Jarak antara kantor cabang Jogja dan Masjid tempat proyek yang akan dilaksanakan tak begitu jauh. Aku diajak melahap gudeg dan nasi pecel sebelum memulai “pertempuran” hari ini. Luas karpet masjid yang harus dikerjakan 194 meter, dengan karpet yang akan digunakan seberat 4 kilogram per meternya, perjuangan hari ini pasti membutuhkan banyak tenaga. Sarapan selesai, langsung bersiap menuju lokasi sesaat setelah tegukan terakhir teh hangat kuhabiskan.

Kami berlima, aku dan dua rekan dari Jakarta serta dua staf Jogja, bagi tugas. Pertama yang dilakukan adalah pemetaan, karena sebelumnya ruangan sudah diukur, karpet yang sudah diturunkan dari mobil tinggal digelar dan ditata per shaf. Selanjutnya pemotongan, menyesuaikan bentuk ruangan dengan kondisi kiblat yang sedikit serong dan sudut-sudut kecil yang perlu ketelitian. Pemotongan beres, waktunya merapikan tepian karpet helai benang lebih rapi dan tak mudah lepas. Selesai, tinggal dibersihkan dengan penyedot debu untuk menyamakan arah serat benang.

“Ayo kita foto dulu, pak. Narsis sekali-sekali kan nggak apa-apa, jadi gak cuma karpetnya aja yang difoto, yang masang juga. Hehe…” ucap Kimo, staf Jogja yang belakangan ini mulai menggandrungi dunia fotografi.

Beberapa foto berhasil diabadikan, sebagian bagus, selebihnya biasa saja. Namanya juga tampang pas-pasan.

Belum juga kering keringatku, perjalanan kulanjutkan dengan dua rekanku ke Sragen. Pemasangan seluas 94 meter dengan kondisi kiblat lurus tak berpilar ini semoga berjalan lancar seperti biasanya.

Tiba di lokasi, kupotret bangunan masjidnya. Pemasangan tidak memakan waktu lama, karpet Turkey Minimalis B+ Rantai berhasil terpasang dengan sempurna. Kutandaskan lelahku dengan segelas kopi hitam dan kuputuskan istirahat sejenak sebelum kembali ke Jakarta. Setidaknya, istirahat selama satu atau dua jam akan mengembalikan sedikit tenaga.

***

Tiba di Jakarta, aku baru ingat tak sempat banyak mengambil foto di Masjid Sragen, kondisi baterai handphone yang lemah dan kondisi yang lelah membuatku lupa untuk mengambil foto karpet terpasang dari beberapa sudut pandang. Untung saja ada satu foto yang sempat kupotret. Semoga mbak-mbak tim kreatif yang biasa membuat artikel tentang portofolio nggak ngambek karena fotonya cuma sedikit.

“Pak, masih capek nggak? Ada jadwal masang lagi di daerah Bintaro ya, 194 meter. Aji udah di sana, barang juga udah di turunin dari mobil, tinggal nyusul kesana aja” kata Bos ku.

“Siap, bos!”

***

“Pak, masangnya ditunda dulu, klien tadi minta ganti motif”

“ Loh, kenapa?”

“Iya, motif yang di sudut dan di tengah kan kemarin mintanya beda, tapi barusan donaturnya minta disamakan”

“Lah, ini kan udah dipotong-potong, jadi gimana dong?”

“Nggak tau, pak. Tunggu si bos masih berunding itu di sana”

Beberapa menit berlalu, akhirnya perbincangan Bos dan pihak klien mencapai kesepakatan. Waktu menunjukkan hampir tengah malam. Aji ditugaskan ke gudang mengambil motif yang diinginkan klien.

Keesokan paginya, pemasangan dilanjutkan, pihak pelaksana masjid meminta kami menyelesaikan proses instalasi sebelum Ashar. Pada umumnya, pemasangan seharusnya tidak boleh terburu-buru, untuk menghindari salah potong dan pasang yang berakibat fatal. Apalagi kondisi kami masih kelelahan karena belum lama tiba di Jakarta dari proyek Jogja dan Sragen kemarin, langsung lanjut proyek ini. Namun demi memenuhi keinginan klien, tenaga kami kerahkan sepenuhnya dengan tingkat konsentrasi lebih.

“Ini tolong pegangin, biar lurus ngobrassnya”

“Kamu sebelah sana, biar yang di sini aku sama Aji”

…dan lain sebagainya. Semua dilakukan dengan cepat, tanggap, kompak dan penuh keikhlasan. Kerjasama inilah yang menjadi modal awal keberhasilan kami selama ini.

Alhamdulillah, semua selesai sesuai harapan. Tepat pada waktunya. Perjuangan panjang dengan tenaga kuda, hampir tak tidur selama 3 hari 2 malam ini akhirnya terselesaikan semuanya. Lega… tanpa ba-bi-bu lagi, aku dan teknisi lain langsung tidur di sisi luar masjid. Badan sudah tidak mengenali lagi dimana ia ambruk. Yang penting di pikiran kami saat ini hanya satu, istirahat.

Bekerja memang melelahkan namun tak bekerja akan lebih merepotkan. Untuk itu, dalam bekerja selalu kumulai dengan niat ikhlas mencari nafkah, meski tak mudah dan harus bermandikan lelah. Semoga semuanya menjadi berkah. Perjuanganpun tak pernah sia-sia, semua terbayar dengan lunas saat rekening menggendut selepas gajian di akhir bulan.

 

*Terinspirasi dari kisah nyata.

#cerpen #fiksi #picassocarpets

Sepenggal Kisah Tentang Perjalanan Mencari Nafkah_副本

Picasso tim

Masjid Nur Wahid - Bank Indonesia Yogyakarta3Masjid Nur Wahid - Bank Indonesia Yogyakarta9Masjid Nur Wahid - Bank Indonesia Yogyakarta10

Masjid Baitul Rohim, Sragen Jawa Tengah1.

Masjid Baitul Rohim, Sragen Jawa Tengah

masjid al aqsha bintaro 1_masjid al aqsha bintaro_

 

Please follow and like us:

Leave Comment

Mari bergabung di social media kami

KarpetOrientalFacebook
KarpetOrientalFacebook
Agus Daisuke
Agus Daisuke
http://karpetpersia.com/sepenggal-kisah-tentang-perjuangan-mencari-nafkah/">
INSTAGRAM