PENGERTIAN NUZULUL QURAN

Pengertian  Nuzul secara bahasa berasal dari kata “nazala-yanzilu-nuzula yang artinya ; “turun”, sedangakan secara istilah Nuzul Qur’an adalah penyampaian /penetapan /turunya alquran. yaitu proses penyampaian Al-Qur’an pertama kali oleh Allah kepada Nabi Muhammad Saw melalui malaikat Jibril.

WAKTU TERJADINYA NUZULUL QURAN

Beberapa ulama kotemporer seperti  Imam Thabrani, Ibnu Katsir, dan Imam Muhammad bin Hambal memiliki pendapat yang berbeda mengenai waktu terjadinya Nuzulul Quran. berikut beberapa pendapat ulama’ mengenai waktu terjadinya Nuzulul Quran:

  • 17 Ramadhan

Pendapat pertama merupakan pendapat Imam Thabrani yang mmenyebutkan bahwa Al-quran diturunkan pada tanggal 17 Ramadhan. Hal tersebut berdasarkan Firman Allah dalam surat Al-Anfal ayat 41:

وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya, “Dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS: Al-Anfal:41)

Menurut penafsiran ulama kata Yaumul Furqan memiliki arti bertemunya dua pasukan, yaitu pasukan kaum muslimin dan kafir Quraisy di desa Badar, atau yang biasa dikenal dengan Perang Badar. Dalam surat Al-Anfal ayat 41, Allah menyebutkan bahwa Al-Quran diturunkan pada Yaumul Furqan (perang badar). Sedangkan  perang badar sendiri terjadi pada tanggal 17 Ramadhan, maka disimpulkan bahwa Al-Quran turun pada tanggal 17 Ramadhan.

Pendapat senada dikemukakan oleh Al-Razi. Al-razi berpendapat bahwa Nuzulul Quran terjadi pada tanggal 17 Ramadhan yang didasari oleh pendapat Hasan Bin Ali Bin Abi Thalib:

قال الحسن بن علي بن أبي طالب رضي الله عنه: كانت ليلة “الفرقان يوم التقى الجمعان”، لسبع عشرة من شهر رمضان.

Artinya, “Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib RA berkata, ‘Yang dimaksud dengan malam ‘al-furqan yaumul taqāl Jamʽān’ adalah tanggal 17 bulan Ramadhan,

  • 18 dan 19 Ramadhan

Dalam kitab berjudul “ Al-Kamil fit Tarikh” Ibnu Katsir menyebutkan bahwa Nuzulul Quran terjadi pada tanggal 19 Ramadhan. Dalam kitab tersebut Ibnu Katsir menerangkan:

“ Tidak ada perbedaan tentang terjadinya Nuzulul Quran pada hari Senin. Namun para ulama’ berpendapat di hari Senin mana tepatnya. “Tidak ada perbedaan tentang terjadinya Nuzulul Quran pada hari Senin. Namun para ulama berbeda pendapat di hari Senin yang mana tepatnya.  Abu Qilabah berpendapat bahwa Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada tanggal 18 Ramadhan. Sedangkan pendapat yang lain menyebutkan 19 Ramadhan”.

  • 24 Ramadhan

Pendapat bahwa Nuzulul Quran terjadi pada tanggal 24 Ramadhan dikemukakan oleh Imam Ahmad Bin Hambal. Imam Ahmad Bin Hambal menerangkan bahwa Suhuf Ibrahim diturunkan pada awal malam bulan Ramadhan, Taurat diturunkan pada ttanggal 6 Ramadhan, Injil diturunan pada tanggal 23 Ramadhan, dan Al-Quran pada tanggal 24 Ramadhan”.

  • Pada Malam Lailatul Qadar

Pendapat yang lebih dapat diterima oleh sebagian besar ulama’ adalah pendapat Imam Suyuti. dalam kitabnya yang berjudul al-itqan fi Ulum Al-quran al-Itqan fi Ulum Imam As-Suyuti menerangkan bahwa Al-quran turun pada malam Lailatul Qadar. Pendapat tersebut berdasarkan Firman Allah dalam surat Al-Qadr:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ . لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Quran) pada lailatul qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (QS. al-Qadar: 1 – 3)

Dalam sebuah Riwayat Ibnu Abbas mengatakan:

أنزل القرآن جملة إلى السماء الدنيا ليلة القدر، ثم نزل بعد ذلك في عشرين سنة

Al-Quran turun secara utuh ke langit dunia pada saat lailatul qadar. Kemudian setelah itu, turun selama 20 tahun. (HR. Nasai dalam al-Kubro, 11372).

PERIODE TURUNNYA AL-QURAN

Priode turunya Al-Quran secara garis besar terbagi dalam 3 tahap, yaitu;

  1. Tahap Pertama (At-Tanazzulul Awwalun)

Al-Qur’an di turunkan atau ditempatkan di lauh mahfudz,  yakni suatu tempat dimana manusia tidak bisa mengetahuinya secara pasti. Hal ini sebagaimana di isyaratkan dalam QS.Al Buruj ;21-22.

بَلْ هُوَ قُرْءَانٌ مَّجِيد  فِى لَوْحٍ مَّحْفُوظٌٍۭ

bahkan yang di dustakan mereka itu ialah yang (tersimpan) dalam lauh mahfudz”.

  1. Tahap kedua (At-tanazzulu tsani)

Al-Qur’an turun dari lauh mahfudz ke baitul izzah di sama’ Al-Dunya (langit dunia),  yakni setelah Al-Qur’an berada di Lauh Mahfudz, kitab Al-Qur’an itu turun ke Baitul ‘izzah di langit dunia atau langit terdekat dengan bumi. sebagaimana di isyaratkan QS. Ad-dukhan ;1-6.

حم (1) وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ (2) إِنَّا أَنزلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (3) فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ (4) أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ (5) رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (6)

haa-mim. Demi kitab (AlQur’an) yang menelaskan. Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang di berkahi dan sesungguhnya kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu di jelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (yaitu)urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya kami adalah yang mengutus rosul-rosul sebagai rahmat dari tuhanmu. Sesungguhnya dialah yang maha mendengar lagi maha mengetahui.

Hadist yang diriwayatkan Al-hakim dari sa’id ibn jubair dari ibnu abbas dari nabi Muhammad saw. bersabda; al qur’an di pisahkan dari pembuatannya lalu di letakan di Baitul Al-‘izzah dari langit dunia,kemudian mulailah malaikat jibril menurunkannya kepada nabi Muhammad saw secara muttawatir (beransur-ansur).

Dalam hadist lain di jelaskan dari riwayat An-Nasa’i, Hakim dan Baihaqi Ibnu Abbas ra. Beliau berkata; al qur’an itu di turunkan secara sekaligus ke langit

dunia pada malam qadar,kemudian setelah itu di turunkan sedikit demi sedikit selama 20 tahun.

  1. Tahap ketiga (At-Tanazulul Ats-Salisatu)

Al-Qur’an turun dari Baitul ‘Izzah di langit dunia langsung kepada Nabi Muhammad  saw. Yakni setelah wahyu kitab Al-Qur’an itu pertama kalinya di tempatkan di Lauh Mahfudz, lalu keduanya di turunkan ke Baitul ‘Izzah di langit dunia, kemudian pada tahap ketiga Al-Qur’an di sampaikan langsung kepada Nabi Muhammad saw dengan melalui perantara malaikat Jibril. Dalam hal ini antara lain tersebut dalam QS. Asy-Syu’ara’; 192-195:

وَإِنَّهُ لَتَنزيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (192) نزلَ بِهِ الرُّوحُ الأمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ

Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruhul Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.

Penjelasan lain juga terdapat dalam surat Al-Furqon ayat 32:

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ ٱلْقُرْءَانُ جُمْلَةً وَٰحِدَةً ۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِۦ فُؤَادَكَ ۖ وَرَتَّلْنَٰهُ تَرْتِيلًا

artinya la (Al-Qur’an) itu di bawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin  (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang orang yang memberi peringatan.

TAHAP-TAHAP TURUNNYA AL-QURAN

  • Pendapat Ibnu Hajar Al-Asqalani

Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan bahwa Al-Qur’an itu diturunkan sekaligus ke langit dunia pada malam al-qadar (Kemuliaan), lengkap dari ayat pertama sampai ayat terakhir. Ayat-ayat ini kemudian diwahyukan secara berngsur-angsur kepada Nabi Muhammad saw. Selama 23 tahun. Pendapat ini berargumen dengan ayat-ayat yang berbunyi:

حم (1) وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ (2) إِنَّا أَنزلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (3)

“Hã Mîm. Demi Kitab (Al- Qur’an) yang jelas, sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sunggguh, Kamilah yang memberi peringatan. (QS. Ad-Dukhan:1-3)

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ . لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar.  Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?” (QS. Al-Qodar: 1-2)

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Bulan Ramadhan (adalah) bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang benar dan batil).” (QS. Al-Baqarah:185).

Dari tiga ayat diatas dapat dikatakan bahwa al-Qur’an diturunkan pada  suatu malam yang dinyatakan dengan malam mubarakah (keberkahan/penuh dengan berkah) yang disebut Lailatul Qodar. Yang dimaksud dengan turun pada malam itu ialah turunya Al-Qur’an sekaligus dari Lauh Mahfuz ke Bait Al-Izzah dilangit pertama.

  • Pendapat Al-Razzi

Fakhruddin Al-Razzi juga berpendapat bahwa Al-Qur’an diturunkan ke langit dunia dalam 23 kali malam al-qadar. Ayat-ayat yang diturunkan dalam setiap malam al-qadar ialah ayat-ayat yang hendak diturunkan pada tahun itu secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad saw.

PERAN MALAIKAT JIBRIL DALAM TURUNNYA AL QUR’AN

Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa:  “Apa bila Allah SWT. Befirman, gemetarlah langit kepada alloh. Apabila para malaikat mendengarnya, mereka pingsan, tunduk dan bersujud kepada-NYA. Adapun yang mula-mula mengangkat  kepepalanya, ialah malaikat Jibril. Kemudian Alloh SWT. menerangkan kepadanya wahyu yang ia kehendaki “. (HR. At-Thabrany)

Dalam surah Al-Baqarah juga disebutkan :

قُلْ مَن كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيلَ فَإِنَّهُۥ نَزَّلَهُۥ عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ ٱللَّهِ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

“katakanlah (Muhammad ), “Barangsiapa menjadi musuh Jibril, maka (ketahuilah) bahwa dialah yang telah menurunkan (Al-Qur’an) ke dalam hatimu dengan izizn Allah membenarkan apa (kitab-kitab) yang terdahulu, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman.”(QS. Al-Baqarah 2:97)

HIKMAH DITURUNKAN AL-QURAN SECARA MUTTAWATIR

Adapun hikmah di turunkannya Al-Qur’an  secara muttawati atau berangsur angsur sebagaimana   disebutkan oleh para ulama  sebagai berikut ;

  • Sebagai pemberitahuan Allah swt kepada penghuni langit dunia tentang telah turunya kitab allah yang akan di smpaikan kepada rasul nya yang terakhir
  • Untuk lebih memperkuat keyakinan serta menghilankan keraguan terhada al quran karena kalam yang dicatat lebih meyakinkan keberadaannya dari pada yang hanya terdapat satu tempat catatan
  • Agar mudah dimengerti dan difahami
  • Agar mudah dihafalkan
  • Diantara ayat-ayat Al-Qur’an ada yang merupakan jawaban terhadap pertanyaan atau merupakan penolokan terhadap suatu pendapat atau perbuatan. Hal ini tidak mungkin terjadi apabila diturunkan langsung sekaligus,begitu menurut keterangan Ibnu Abbas ra.
  • Turunnya sesuatu ayat sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi,akan lebih mengesankan dan lebih berpengaruh dihati

 

Sumber:

http://www.zulfanafdhilla.com/2014/10 tahap-tahap dan proses al.html

https://kalam.sindonews.com/read/16983/69/perbedaan-ulama-tentang-tanggal-pasti-nuzulul-quran-1588597505

https://www.islampos.com/nuzulul-quran-ini-maknanya-89377/

https://tafsirweb.com/12489-quran-surat-al-buruj-ayat-21.html

https://tafsirweb.com/12490-quran-surat-al-buruj-ayat-22.html

http://www.ibnukatsironline.com/2015/10/tafsir-surat-ad-dukhan-ayat-1-8.html

http://amaliyah.net/asy-syuara-ayat-192-195/

https://tafsirq.com/2-al-baqarah/ayat-185

Open chat
Selamat datang di Picasso Rugs & Carpets. Mau proposal GRATIS dan DISKON langsung?
Silahkan chat kami disini
Powered by