Suku uighur merupakan salah satu etnis yang tinggal di daerah otonomi Xinjiang, Provinsi paling barat Negara Tiongkok. Berbeda dengan penduduk Tiongkok yang beretnis Mongoloid, Suku Uighur memiliki wajah yang lebih mirip dengan orang-orang di Negara-negara Asia Tengah, seperti Kazakstan, Uzbekistan, dan Turki. Hal tersebut dikarenakan suku Uighur merupukan keturuan klan Turki.

LETAK GEOGRAFIS PROVINSI XINJIANG

Republik Rakyat Tiongkok (RRT) memiliki 22 Provinsi, 1 wilayah khusus, 3 Kota yang langsung dibawa Pemerintah Pusat, dan 5 Daerah Otonomi. Daerah Otonomi Tiongkok pada umumnya ditinggali oleh warga dan suku-suku minoritas di Cina. Daerah Otonomi tersebut meliputi:

1.      Daerah Otonomi Mongolia dalam yang didiami Suku Mongol.

2.      Daerah Otonomi Tibet dihuni oleh Suku Tibet

3.      Daerah Guangxi yang ditinggali Suku Zhuang

4.      Daerah Ningxia yang dihuni Suku Muslim Hui, dan

5.      Daerah Xinjiang yang didiami Suku Uighur

Daerah Otonomi Xinjiang sendiri terletak di barat daya Negara Tiongkok. Berbatasan dengan Tibet di sebelah selatan dan Provinsi Qinghai dan Gansu di tenggara. Di sebelah utara, Xinjiang berbatasan langsung dengan Negara Rusia, sedangkan di sebelah timur berbatasan dengan Mongolia, serta Kazakstan, Tajikistan, Afganistan, dan Kashmir di sebelah barat. Xinjiang sendiri memiliki arti “daerah perbatasan”, karena berada di perbatasan Negara Cina, Rusia, dan Negara-negara Asia Tengah. Tak heran jika Xinjiang disebut-sebut sebagai jantung Asia Tengah,  karena letaknya yang berada di “Jalur Sutra”, Jalur perdagangan yang menghubungkan Negara Tiongkok dengan Asia Tengah dan Asia Timur.

SEJARAH XINJIANG DAN UIGHUR

Pada tahun 751 Masehi, Dinasti Tang berhasil menduduki wilayah barat yang menjadi perbatasan bangsa “Iran-Turan”. Wilayah tersebut dinamai dengan Xiyu yang juga berarti wilayah barat. Xiyu sendiri merupakan daerah yang menjadi pembatas antara “Iran-Turan”. Iran adalah masyarakat yang berbicara menggunakan bahasa Rumpun Persia (Persian’s Speaking), sedangkan Turan merupakan klan yang berbicara menggunakan bahasa Rumpun Turki (Turkis Speaking).

Seperti halnya masyarakat di wilayah Persia pada umumnya, Pada masa itu Suku Uighur yang merupakan suku asli wilayah Xiyu juga merupakan penganut kepercayaan Zoroaster atau Majusi. Namun karena kekuasaan dipegang oleh dinasti Tang, banyak dari Suku Uighur Xiyu berpindah memeluk agama Budha. Kekuasaan Dinasti tang terhadap wilayah Xiyu tidaklah berlangsung lama. Pemberontakan An-Shi pada tahun 755-763 Masehi  mengakibatkan Dinasti Tang perlahan-lahan melepaskan kekuasaannya terhadap wilayah Xiyu.

Sebaliknya, kekuatan kekhalifahan Islam pada masa Bani Umaiyah, tepatnya pada masa Khalifah Al-Walid kian sulit dibendung. Gelombang ekspansi Islam makin menjalar ke timur hingga menguasai daerah Xiyu. Masyarakat Xiyu yang kala itu mayoritas memeluk agama Budha akibat pengaruh Dinasti Tang, beberapa berpindah keyakinan memeluk agama Islam.

Tidak begitu lama Kekhaifahan Bani Ummaiyah menguasai wilayah Xiyu, pada tahun 781M dinasti Han dari kekaisaran Mongol berhasil menduduki sebagian wilayah Xiyu yang semakin menggeser pemerintahan Bani Ummaiyah di wilayah tersebut. Letak wilayah Xiyu yang strategis yaitu di Jalur Sutra Asia membuat Xiyu diperebutkan banyak kekaisaran baik kekaisaran Islam, Cina, maupun Mongol.

Pada tahun 840 Masehi, Bani Samaniyah berhasil menggeser Dinasti Han dari wilayah Xiyu, sekaligus menginvasi Kekaisaran Mongol. Lahirnya tokoh-tokoh besar dari kekaisaran Mongol seperti Gengis Khan dan cucunya Kubilai Khan tidak lepas dari peran Dinasti Samaniyah dalam meninvansi Xiyu dan Mongol.

Dinasti Samaniyah berhasil menduduki Xiyu selama berabad-abad. Masa pemerintahan Dinasti Samaniyah di Xiyu inilah yang menjadikan hampir seluruh Suku Uighur beragama Islam. Hingga akhirnya pada 1759, Xiyu berhasil ditakhlukan kembali oleh Dinasti Qing, yaitu Dinasti Kekaisaran Cina yang merubah nama Xiyu menjadi Xinjiang. Hingga pada tahun 1949 ketika Negara Tiongkok berdiri, pemerintah Tiongkok meng-klaim bahwa Xiyu atau Xinjian adalah bagian dari Negara Tiongkok (China).

PERADABAN SUKU UIGHUR

Jauh sebelum ditakhlukan oleh Dinasti Tang pada tahun 751 Masehi hingga Dinasti Samaniyah pada tahun 840 masehi, Xiyu (Xinjiang) merupakan wilayah yang merdeka. Pada tahun 742 Masehi Raja pertama suku Uighur, Qutlugh Bilge Kol mendirikan kekaisaran yang lebih kecil bernama Kekhaghan Uighur. Kekhaghan Uighur ini menguasai ujung timur Jalur Sutra.

Letaknya yang berada diperbatasan wilayah Persia dan Turki menjadikan kebudayaan Uighur dipengaruhi oleh dua wilayah tersebut. Masyarakat Kekhaghan Uighur menggunakan Bahasa Turki sedangkan untuk tulis menulis menggunakan Alphabet Persia.

Suku Uighur merupakan masyarakat yang multicultural. Letaknya yang strategis menjadi Kekhaghan Uighur menjadi incaran Kekaisaran-kekaisaran disekitarnya. Tak ayal Kekhagahan Uighur pun pernah diduduki oleh pemerintahan yang berbeda, Mulai dari Kekaisaran Mongol, Dinasti Umaiyah, Dinasti Samaniyah, hingga Dinasti Qing China. Perbedaan pemerintahan tersebut juga mempengaruhi kebudayaan Suku Uighur.

Meskipun telah dikuasai oleh banyak kekaisaran, namun kebudayaan yang paling melekat pada suku Uighur adalah kebudayaan islam. Bukan hanya kebudayaan. hingga saat ini agama yang dianut Suku Uighur pun agama Islam. Bahkan symbol-simbol dan huruf-huruf Arab juga digunakan oleh Suku Uighur hingga saat ini, meskipun wilayah xinjiang telah menjadi Negara Otonomi republic Rakyat Tiongkok.

 

Sumber

https://id.wikibooks.org/wiki/Asia_Tengah_Pra-1500/Sejarah/Uighur

https://historia.id/agama/articles/bagaimana-islam-menyebar-di-xinjiang-DOwGw

https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Xinjiang

https://www.liputan6.com/news/read/3842081/asal-usul-suku-uighur

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/18/12/19/pjzb8c385-uighur-dan-sejarah-panjang-masalah-tiongkok-dengan-islam

 

 

Open chat
Selamat datang di Picasso Rugs & Carpets. Mau proposal GRATIS dan DISKON langsung?
Silahkan chat kami disini