Ulama dan tokoh-tokoh besar yang berpengaruh terhadap perkembangan dan peradaban Islam ini bisa dijadikan contoh serta inspirasi oleh umat Islam untuk berbuat kebaikan, siapa saja? Simak selengkapnya;

Berikut 7 tokoh besar islam yang lahir di bulan Februari:

1. SYEIKH ALI JABEER (3 Februari 1976)

Ulama yang memiliki nama lengkap Ali Saleh Mohammad Ali Jaber ini lahir pada tanggal 3 Februari 1976 di kota Madinah. Merupakan ulama sekaligus penghafal Qur’an, Syeikh Ali Jabeer didapuk menjadi salah satu juri pada acara Hafidz Cilik di salah satu stasiun televisi swasta. Acara tersebut pula yang membesarkan namanya dan menjadikannya dikenal masyarakat luas.

Sejak kecil Syeikh Ali Jabeer telah menekuni hafalan Al-quran. Tak heran jika pada usia 10 tahun ia telah hafal 30 juz Al-quran. Bahkan di usianya yang ke-13 tahun ia telah diamanahkan menjadi imam di salah satu masjid di Madinah. Ayahnya yang selalu memotivasi dan menjadi guru pertama bagi Syeikh Ali Jabeer. Kedisiplinan dan ketegasan sang ayah sudah diterapkan sejak kecil. Bahkan sang ayah tak segan-segan memukul Ali Jabeer kecil jika tidak menjalankan sholat.

Sekarang ini ulama yang juga merupakan murid  dari Imam Masjid Nabawi Syeikh Abdul Bari’as as-subaity ini aktif menjadi guru tahfidz di Islamic Center Al-Muttaqien Cakranegara Lombok. Selain enjadi guru tahidz, syeikh Ali Jabeer juga ditunjuk menjadi Imam besar di Masjid yang sama.

2. MUSTAFA II (6 Februari 1664)

Mustafa II ialah salah satu sultan Ottoman pada masa dinasti Utsmany, yang juga merupakan putra dari Sultan Mehmet IV. Mustafa II lahir pada tanggal 6 Februari 1664.  Musthafa II diangkat menjadi sultan ketika usianya masih kanak-kanak.

Jabatan tersebut hanyalah sebuah simbolis dikarenakan watu itu belum ada pengganti ayahnya. Mustafa II meninggal pada usia yang masih sangat muda, yaitu pada usia 39 tahun. Di akhir masa jabatanya, Mustafa II mmencoba mencoba memperbaiki kekuasaan yang hanya menjadi jabatan simbolis sejak pertengahan 1600-an.

3. DHIMYATI AL-BANTANI (7 Februari 1930)

Muhammad Dimyati bin Muhammad Amin Al-Bantani atau lebih dikenal dengan sebutan Abuya Dhimyati Al-Bantani adalah seorang ulama kharismatik dan guru tarekat asal Banten. Oleh kalangan santri Jawa lebih akrab disapa Mbah Dim. Lahir di Pandeglang Banten 7 Februari 1930, Mbah Dim lahir dari pasangan H. Amin dan Hj. Ruqayah yang juga merupakan murid dari Syeikh Tubagus Ahmad Bakri Purwakarta.

Pada tahun 1965 Abuya Dhimyati merintis sebuah pesantren di desa Cidahu, Pandeglang Banten. Pesantren ini telah banyak melahirkan ulama-ulama besar diantaranya adalah Habib Hasan bin Ja’far Assegaf yang sekarang ini menjadi pemimpin Majelis Nurul Mustafa di Jakarat.

Abuya Dhimyati dikenal sebagai sosok yang tawadzu, zuhud, dan ikhlas. Beliau selalu menolak jika ada yang ingin mempublikasikan kegiatan di Pesantrennya. Begitu pula ketika para pejabat memberikan sumbangan di pesantrennya. Hal ini pernah menimpa mbak tutut anak presiden ke 2 Jenderal Soeharto, yang menyumbangkan dana sebesar 1 milyar untuk pebangunan dan perkembangan pesantren. Namun hal tersebut ditolak oleh Abuya dhimyati atau mbah Dhim.

Mbah dhim tutup usia pada tanggal 3 Oktober 2003, pada usia ke 73 tahun. Wafat beliau tidak hanya menjadikan masyarakat Banten kehilangan sosok yang Kharismatik, akan tetapi umat Islam pada umumnya pun turut kehilangan sosok ulama besar yang menjadi panutan umat.

4. ABDURRAHMAN AS-SUDAIS (10 Februari 1960)

Prof. Dr. Asy-Syaikh Abdurrahman bin Abdul aziz bin Muhammad as-sudais, atau yang lebih dikenal dengan nama Abdurrahman As-sudais adalah salah satu Imam besar asjidl Haram sajak tahun 1404H. Ia lahir pada tanggal 10 Februari 1960 di kota Bukairiyah Provinsi Qasim.

Syeikh Abdurrahman As-Sudais mulai dikenal dunia ketika murotalnya banyak diupload di media sosial terutama channel youtube. Selain menjadi Imam Besar Masidil haram, Syeikh Abdurrahman As-sudais juga merupakan ketua umum pengurus Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Selain ahli qira’at, Ia juga merupakan seorang akademisi yang cerdas. Terbukti dari predikat cumlaud yang diterima saat menempuh studi magisternya di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud Arab Saudi.

Setelah rampung menempuh program magister, Abdurrahman As-sudais keudian melanjutkan program doctoral di Umm Al-Qura’ dan lulus dengan predikat Cumlaud. Ia mendapatkan gelar Profesor dalam bidang Ushul Fiqih atas penelitiannya mengenai permasalahan-permasalahan Ushul Fiqih yang terkait dengan dalil-dalil syar’I yang dipertentangkan Ibnu Qudamah Al-Azali.

5. H. HASYIM ASYARI (14 Februari 1871)

Ulama yang kelima lahir pada tanggal 14 Februari 1871. Tanggal dimana hari valentine dirayakan, namun ulama besar ini sering dilupakan. KH. Hasyim Asyari, yang merupakan pendiri Organisasi Nahdhatul Ulama dan sekaligus pendiri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Pondok Pesantren yang banyak mencetak ulam-ulama besar. Hasyim Asyari adalah ayah dari KH. Wahid Hasyim yang merupakan Menteri Agama pertama Republik Indonesia, sekaligus ayah dari Presiden ke-4 Indonesia KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

K.H. Hasyim Asyari memiliki andil besar dalam memajukan Islam di Indonesia. Pasalya beliau telah mendirikan Pondok Tebuireng, salah satu pondok paling berpengaruh dalam mencetak ulama-ulama dan santri-santri Indonesia. Selain itu K.H. Hasyim Asyari juga mendirikan organisasi Nahdhatul Ulama (NU).

Organisasi besar yang memberikan kontribusi di masyarakat maupun pemerintahan. Bukan hanya itu, K.H. Hasyi asyari juga memiliki andil dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Pasalnya beliaulah yang mencetuskan fatwa Resolusi Jihad untuk melawan penjajah. (baca: Sejarah Resolusi Jihad)

6. MUHAMMAD QURAISY SHIHAB (16 Februari 1944)

Tokoh keenam yang lahir di bulan Februari ialah Prof. Dr. AG. H. Muhammad Quraish Shihab, M.A.  lahir pada tanggal 16 Februari 1944, Quraish Shihab merupakan Menteri Agama era Presiden Soeharto dengan wakilnya Jusuf Habibie.

Tokoh yang juga merupakan ayah dari jurnalis ternama najwa shihab ini merupakan keturunan Arab-Bugis dan merupakan keturunan Nabi Muhammad dari marga Shihab. Quraish shihab adalah seorang cendekiawan muslim khususnya dalam ilmu Al-Quran dan Al-Hadits.

Sekarang ini Quraish Shihab aktif dalam Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan juga penceramah di beberapa masjid di Indonesia. Selain itu Quraish Shihab juga merupakan penulis. Hingga saat ini telah tercatat sebanyak 69 buku yang ia tulis. Karya nya yang paling terkenal adalah “Tafsir Al-Misbah” yaitu sebuah buku yang menafsirkan makna dari Al-Quran.

7. IBNU HAJAR AL-ASQALANI (18 Februari 1372)

Ibnu Hajar Al-Asqalani merupakan ulama besar dan ahli hadits bermahdzab Syafi’i. Ia berasal dari Askhelon, Palestina. Ulama yang memiliki nama lengkap Syihabuddin Abdul Fadhl bin Ali bin Muhammad ini lahir di Mesir pada tanggal 18 Februari 1372 M.

Ada cerita menarik yang melatar belakangi nama Ibnu Hajar. Suatu ketika syihabuddin (nama asli Ibnu hajar) remaja mengeban ilmu kepada ulama besar di daerahnya, yaitu Syaikh Burhanuddin Ibrahim Albanasi. Selama mengemban ilmu Syihabuddin remaja tergolong anak yang mengalami kesulitan belajar. Apapun yang diterangkan Syaikh Burhanuddin tak ada satupun yang ia pahami.

Akhirnya Syihabuddin remaja memutuskan untuk pindah dan mencari guru lain. Ia pun berpamitan pada gurunya untuk pulang. Dengan berat hati gurunya pun mengizinkan. Syihabuddin remaja kemudian bergegas pulang. Akan tetapi di tengah perjalanan ia melihat sebuah batu besar yang sangat keras.

Bagian tengah batu tersebut berlubang. Setelah diperhatikan ternyata batu tersebut terkena tetesan air terus-menerus yang menetes dari atas tebing. Ia pun mulai merenung dan berfikir, Bagaimana batu yang besar dank keras tersebut dapat berlubang saat ditetesi air yang lunak. Ia pun mendapat jawabannya, batu tersebut dapat berlubang karena tidak berpindah tempat, sehingga air yang menetes terus-menerus akhirnya dapat melubangi batu tersebut.

Ia pun mendapat hidayah dari Allah. Jika batu yang ditetesi air saja bisa berlubang karena tidak berpindah-pindah tempat. Maka hati dan pikirannya pun akan diberi kepahaman jika tidak berpindah dan mencari guru lain. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali mengemban ilmu kepada Syaik Burhanuddin Ibrahim Albanasi, dan mewurungkan niatnya untuk mencari guru lain.

Dari cerita tersebut lahirnya nama Ibnu Hajjar yang memiliki arti Anak Batu. Nama tersebut dipakai karena ia mendapatkan pelajaran berharga dari sebuah batu. Hingga saat ini tercatat sebanyak 150 karya nya baik di bidang hadits dan ushul fiqih. Diantara karya nya yang paling terkenal adalah kitab Fathul Bari’ dan Bulughul Maram.

Itulah tadi ketujuh tokoh-tokoh besar Islam yang lahir di bulan Februari. Semoga menjadi Inspirasi bagi umat muslim, sehingga umat muslim lebih tertarik untuk mengenal, mempelajari, dan meneladani tokoh-tokoh besar tersebut.

 

SUMBER:

https://kisahmuslim.com/1255-ibnu-hajar.html

Muqaddimah kitab An-Nukaat Ala Ibni Ash-Shalaah, karya Prof. Dr. Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali

https://www.biografiku.com/biografi-kh-hasyim-asyari-pendiri-nahdlatul-ulama/

https://bio.or.id/biografi-quraish-shihab/

http://www.thohiriyyah.com/biografi-syaikh-abdurrahman-as-sudais/

https://ltnnujabar.or.id/biografi-kh-muhammad-dimyati-mbah-dim-pandeglang-banten/

https://translate.google.com/translate?u=https://en.wikipedia.org/wiki/Mustafa_II&hl=id&sl=en&tl=id&client=srp

https://biografi-tokoh-ternama.blogspot.com/2016/12/profil-lengkap-syekh-ali-jaber.html

 

 

 

Open chat
Selamat datang di Picasso Rugs & Carpets. Mau proposal GRATIS dan DISKON langsung?
Silahkan chat kami disini