Jika membahas tentang sejarah Masjid Cheng Hoo tentunya tidak akan terlepas dengan sejarah masuknya agama islam ke bumi Nusantara. Menurut sejarah, masuknya agama islam ke Indonesia melalui 3 jalur utama. Pertama jalur Timur Tengah, kedua jalur Gujarat India, dan yang ketiga melalui jalur Cina Daratan., penyebaran islam melalui jalur Gujarat dibawa oleh pedagang India pada tahun 7H . Menurut seorang sejarawan dari Universitas Leiden yaitu J. Pijnapel, Jalur Gujarat adalah jalur penyebaran islam pertama yang masuk ke Nusantara. kemudian disusul Jalur Timur Tengah yang dibawa oleh pedagang Arab dan Persia pada masa Daulah Bani Ummaiyah. Sedangkan penyebaran yang ketiga yaitu melalui Jalur Cina Daratan yang dibawa oleh Jendral dan angkatan laut terkenal Laksamana Cheng Hoo.

Laksamana Cheng Hoo yang memiliki nama asli Ma He adalah seorang pemuda yang berasal dari desa kecil di lembah Yunan. Pada tahun 1383, ketika usianya menginjak 12 tahun, ia harus menjadi tawanan serdadu-serdadu dinasti Ming. Ma He kemudian dibawa ke kerajaan dan dijadikan pesuruh Zhu Dhi putra kaisar pada masa itu. Ma He sangatlah cerdas dan berbakat, sehingga Zhu Dhi sangat menyukai Ma he.

Selama menjadi pesuruh Zhu Dhi, Ma He atau Cheng Hoo remaja selalu memanfaatkan fasilitas untuk belajar membaca dan menulis serta strategi perang. Ma he menunjukkan bakat  kepemimpinan dan kesetiaanya kepada Zhu Dhi. Zhu Dhi yang awalnya hanya putra mahkota sekarang ini telah menjadi Kaisar menggantikan ayahnya. Zhu Dhi kemudian mengganti nama Ma He menjadi Cheng Hoo dan memberikan gelar Laksamana atau yang berarti jendral.

LAKSAMANA CHENG HO

 

Tak lama setelah Zhu Dhi menjadi kaisar, Zhu Dhi memerintahkan Cheng Hoo untuk berlayar ke arah Nusantara. Menurut seorang sejarawan Cina; Yuanzi Khong, Cheng Hoo tidak hanya mengajak kaum muslim tetapi juga umat Budha dan Tao untuk mejadi awak kapalnya. Di antara tokoh muslim yang terkenal yang menjadi awak kapal Laksamana Cheng Hoo adalah Ma Huan, Guo Chongli, Hasan, Sha’ban, dan Pu Heri.

Laksamana Cheng Hoo adalah seorang muslim yang taat. Ia selalu berinisiatif untuk menyebarkan agama Islam di negara-negara yang disinggahinya, termasuk di wilayah Nusantara. Laksamana Cheng Hoo sendiri tiba di Nusantara pada tahun 1405 M. Wilayah yang pertama kali disinggahi adalah Samudra Pasai, sebuah kerajaan Islam pertama yang ada di Indonesia. Di sana ia menemui sultan Zainal Abidin Bahian Syah untuk membuka hubungan politik dan perdagangan. Kedatangan Laksamana Cheng Hoo disambut baik oleh Sultan Abidin dan rakyat Samudra Pasai. Tidak sulit bagi Cheng Hoo untuk menjalin hubungan dengan masyarakat Indonesia pada saat itu, karena sebagian besar masyarakat pada masa itu telah mengenal islam dari para pedagang Gujarat dan Timur Tengah yang jauh lebih dulu menyebarkan agama islam di Nusantara.

Pada tahun 1407, Laksamana Cheng Hoo dan awak kapalnya singgah di Palembang. Di sana ia berhasil menumpas perampok hokkian yang selama ini ditakuti oleh masyarakat Palembang. Laksamana Cheng Hoo kemudian membentuk masyarakat Tionghoa Islam pertama di Indonesia. Komunitas ini yang nantinya berubah nama menjadi PITI “Persatuan Islam Tauhid Indonesia” yang dikenal hingga sekarang.

Tak hanya Samudra Pasai dan Palembang, selama ekspedisinya Cheng Hoo juga menyinggahi beberapa wilayah di Nusantara, seperti Sambas, Semarang, Purbalingga, Batam, dan beberapa kota di Jawa Timur seperti Surabaya, Banyuwangi, dan Pasuruan. Di kota-kota inilah yang nantinya oleh PITI dibangun masjid-masjid untuk menghormati dan mengenang jasa Laksamana Cheng Ho. Masjid Cheng Ho yang dibangun menggunakan gaya arsitektur Cina dengan mencontoh Masjid Niu Jie di Beijing. Struktur atapnya membentuk Pagoda yang sesungguhnya, dengan nuansa yang didominasi warna merah khas klenteng Cina.

Adapun beberapa Masjid Cheng Ho yang telah didirikan oleh Persatuan Islam Tauhid Indonesia (PITI) adalah:

  1. Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya

 

masjid cheng ho surabaya

Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya terletak di Jalan Gading, Ketabang, Genteng, Surabaya atau sekitar 1 kilometer utara Gedung Balaikota Surabaya. Masjid ini didirikan atas prakarsa para sespuh, penasehat, pengurus PITI, dan pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia Jawa Timur serta tokoh masyarakat Tionghoa di Surabaya. Peletakan batu pertama masjid ini dilaksanakan pada 15 Oktober 2001 bertepatan dengan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Sedangkan pembangunannya baru dilaksanakan pada 10 Maret 2002 dan baru diresmikan pada 13 Oktober 2002. Masjid  ini mampu menampung sekitar 200 jama’ah. Masjid Muhammad Cheng Hoo berdiri di atas tanah seluas 21 x 11 meter persegi dengan luas bangunan utama 11 x 9 meter persegi. Masjid Muhammad Cheng Hoo juga memiliki delapan sisi dibagian atas bangunan utama. Ketiga ukuran atau angka itu ada maksudnya. Maknanya adalah angka 11 untuk ukuran Ka’bah saat baru dibangun, angka 9 melambangkan Wali Songo dan angka 8 melambangkan Pat Kwa (keberuntungan/ kejayaan dalam bahasa Tionghoa).

 

 

  1. Masjid Cheng Ho Sriwijaya Palembang

 

masjid cheng ho palembangMasjid Cheng Ho yang kedua berlokasi di Jakabaring Palembang. Peletakkan batu pertama masjid ini dilaksanakan pada tahun 2003, dengan modal awal pembangunan sekitar Rp 150 juta dari hasil penggalangan dana yang dilakukan PITI dan pengusaha-pengusaha Muslim Tionghoa. Sedangkan tanah yang digunakan adalah hibah dari pemerintah daerah Jakabaring, Palembang. Masjid ini baru diresmikan tiga tahun setelahnya, tepatnya pada tahun 2006. Masjid yang memiliki 2 lantai ini mampu menampung 6000 jamaah. Dibangun diatas lahan seluas 5.000 m2, masjid ini berada di sebuah kompleks perumahan elit.

 

 

  1. Masjid Muhammad Cheng Ho Kutai

 

masjid cheng ho kutai

Masjid Cheng Hoo Kutai Kartanegara ini terletak di Jln. Soekarno-Hatta KM 20, Kampung tani Maju, Kelurahan Batuah RT 07 No. 11, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Masjid ini dibangun pertama kali pada tahun 2006, baru selesai dan diresmikan pada tahun 2007, oleh Wakil Bupati Kutai Kertajaya HM Guhfron Yusuf. Beliau mewakili Bupati Kutai Rita Widyasari yang tidak dapat hadir pada waktu peresmian tersebut.

 

 

  1. Masjid Cheng Ho Purbalingga

 

masjid cheng ho purbalinggaBerbeda dengan masjid Cheng Ho lainnya yang didominasi warna merah, masjid yang terletak di desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet, kota Purbalingga ini lebih didominasi oleh warna putih dengan sedikit aksen merah.masjid yang memiliki luas 11x 9 meter ini merupakan bentuk akulturasi arsitektur Tiongkok dan Jawa. Sekilas bentuk masjid ini mirip kelenteng. Tidak ada kubah bulat pada bagian atap masjid layaknya tempat ibadah umat muslim kebanyakan. Masjid ini didirikan pada tahun 2011 dengan lahan hibah dari pemerintah daerah Purbalingga.

 

 

 

  1. Masjid Muhammad Cheng Ho Gowa

 

masjid cheng ho gowa

Masjid Cheng Ho selanjutnya berlokasi Jalan Tun Abdul Razak, Romangpolong, Somba Opu, Romangpolong, Kec. Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sejak berdirinya masjid ini 2012 silam, buka puasa bersama digelar pengurus masjid. Selama Ramadan, setiap harinya, pengurus masjid menyiapkan sekitar 250 menu berbuka puasa.

 

 

 

  1. Masjid Cheng Ho Batam

 

masjid cheng ho batam

Masjid ini dibangun dengan luas tanah 40×40 meter, sementara masjid yang memiliki luas 20×30 meter ini berlokasi di Tj. Buntung, Kec. Bengkong, Kota Batam, Kepulauan Riau.  Diprakarsai oleh pengusahan bernama Abi yang merupakan pemilik Golden Prawn. Masjid yang dibangun pada tahun 2015 ini tidak hanya menyajikanarsitektur khas Tionghoa nya, tetapi juga terdapat replica kapal milik Laksamana Cheng Ho yang dulu digunakan berlayar ke Nusantara.

 

 

  1. Masjid Cheng Ho Banyuwangi

masjid cheng ho banyuwangi

Masjid Cheng Ho yang satu ini berlokasi di Desa Sumberrejo, Kec. Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Masjid yang berdiri kokoh di lahan seluas 2,5 hektar ini dilengkapi dengan pondok pesantren Ad-Dzikra, TK, dan aula yang berada di antara TK dan asrama putra.

 

 

 

  1. Masjid Cheng Ho Pasuruan

masjid cheng ho pasuruan

Masjid yang diresmikan pada tanggal 27 Juni 2008 terletak di jalan raya A. Yani, Pandaan Pasuruan banyak dimanfaatkan oleh para wisatawan domestik sebagai wisata religi dan tempat istirahat paling nyaman usai bepergian ke Taman Safari Prigen atau Batu-Malang. Memiliki luas 550m2, masjid ini dibangun diatas lahan  seluas 6.000 m2. Masjid yang peletakan batu pertama dilakukan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 30 Mei 2004 ini terdiri atas dua lantai dan mampu menampung lebih dari 1000 jamaah.

 

 

 

Demikian kisah singkat tentang Laksamana Cheng Ho dan beberapa lokasi Masjid Cheng Ho yang ada di Indonesia. Semoga menambah wawasan tentang sejarah islam di Indonesia serta semakin mencintai Islam.

 

BACA JUGA
7 KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA YANG PENTING DIKETAHUI
6 FAKTA SEJARAH MASJIDIL HARAM YANG WAJIB DIKETAHUI
10 MANFAAT SUJUD BAGI KESEHATAN
10 Manfaat Sholat Bagi Kesehatan
10 Masjid Terbesar Di Dunia
5 Keagungan dan Keutamaan Hari Jum’at
Luar Biasa! Inilah 5 Manfaat Bersedekah Bagi Kehidupan
5 Makanan Sehat Ala Rasulullah yang Patut Dikonsumsi Sehari-hari
Mau Sehat? Ikuti 5 Tips Ampuh Hidup Sehat ala Raululullah Berikut Ini!
7 Amalan Sunnah Keseharian Sesuai Tuntunan Rasulullah
Raih Pahala Berlipat! Simak 5 Sedekah Jariyah Murah Untuk Masjid Yang Patut Dicoba
Selamat datang di Picasso Rugs & Carpets. Mau proposal GRATIS dan DISKON langsung?
Silahkan chat kami disini
Powered by