Aschabul Kahfi adalah nama salah satu masjid di Kabupaten Tuban Jawa Timur, Tepatnya berlokasi di kompleks Pondok Pesantren Syeikh Maulana Maghribi Dusun Wire, Kelurahan Gedungombo, Kecamatan Semanding, Tuban.

Masjid yang dibangun dibawah lahan seluas 3 hektar tersebut memiliki beberapa ruangan dengan fungsi yang berbeda-beda, diantaranya adalah ruang istighosah, ruang pertemuan, ruang kuliah subuh, ruang utama untuk sholat, dan lorong-lorong yang digunakan para santri untuk mengaji dan tadarus Al-quran.

Ada yang unik dari Masjid yang bangun pada tahun 2002 silam ini. Jika pada umumnya masjid dibangun di atas tanah, berbeda dengan Masjid Aschabul Kahfi yang dibangun di dalam tanah. Selain dibangun dibawah tanah, masih ada fakta unik lainnya mengenai masjid Aschabul Kahfi.

Berikut 10 Fakta Unik dari Masjid Aschabul Kahfi yang menarik untuk diketahui:

1. Dibangun di Dalam Gua

Masjid Aschabul Kahfi merupakan sebuah gua yang kemudian dialih fungsikan menjadi sebuah masjid.  pada tahun 2002 masjid ini mulai diperindah dengan ditambahkan beberapa komponen di dalam gua tersebut. Hiasan-hiasan tersebut antara lain kaligrafi, bentuk-bentuk seperti kubah, lampu-lampu hias yang mendukung keindahan masjid tersebut, meskipun diberi tambahan hiasan-hiasan, akan tetapi tidak menghilangkan unsur-unsur alami goa tersebut.

Untuk membangun masjid Aschabul Kahfi ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Hal itu dikarenakan hampir keseluruhan bagian masjid ini berada di dalam goa. Pada proses pembangunannya, diusahakan sebaik mungkin tidak menghilangkan bagian asli dari goa, seperti stalaksti dan stalakmit goa tersebut. Keberadaan stalaktit dan stalakmit tersebut justru menambah keindahan interior masjid.

2. Dibangun karena Mendapat Ilham

Pengasuh Pondok Pesantren Syeikh Maulana Maghribi, KH. Subhan Mubarok yang sekaligus merupakan Pendiri Masjid Aschabul Kahfi menuturkan bahwa ide pembangunan masjid tersebut didapat melalui ilham mimpi. Tiga tahun sebelum pembangunan masjid tersebut, tepatnya pada tahun 1999, K.H. Subhan Mubarok sering bermimpi bertemu para sesepuh.

Para sesepuh tersebut mengutusnya untuk mencari goa para wali dan mendirikan pesantren dan masjid di dalamnya. Awalnya K.H. Subhan masih bingung karena belum mendapatkan petunjuk dimana letak goa para wali tersebut. Namun belaiu tidak menyerah dan terus berusaha mencari petunjuk lewat sholat istikarah.

Akhirnya pada tahun 2002 K.H Subhan mendapatkan petunjuk yang sangat jelas perihal letak goa para wali tersebut, yang ternyata terletak di Kabupaten Tuban. Pada tahun yang sama pula K.H. Subhan Mubarak membeli tempat tersebut dan kemudian membangun pondok pesantren diasana.

3. Bekas TPA Umum

Setelah tiga tahun meminta petunjuk kepada Allah. K.H Subhan akhirnya menemukan letak dimana akan membangun masjid dan pesantren. Tempat tersebut berlokasi di Desa Wire. Ketika ditemukan tempat tersebut adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dikelola oleh pemerintah Kabupaten Tuban selama 15 tahun. K.H. Subhan kemudian membeli tempat yang masih berupa semak belukar yang kotor tersebut. Pada waktu itu masyarakat belum mengetahui jika dibawah lahan yang memiliki luas 3 hektar tersebut terdapat sebuah goa. Goa tersebut baru tampak ketika K.H. Subhan dan beberapa orang kerabat dan sahabatnya serta para santrinya yang berjumlah 38 orang mulai menggali lahan tersebut.

4. Dibacakan Doa oleh Para Kyai dan Habib

Setelah membersihkan tempat tersebut, K.H. Subhan kemudian meminta para sahabatnya yang terdiri dari para kyai dan para habib untuk berdoa dan membacakan istighosah dilahan tersebut. Kyai dan para habib tersebut diantaranya adalah K.H. Abdullah Faqih dari Langitan, K.H. Shobib dari Jepara, K.H. Abdurahman dari Pasuruan, Gus Adib Asshomadiyah dari Tuban, Habib Alwy dari Bojonegoro, Habib Muhammad dari Sugihwaras, dan Habib Zakky dari Gresik.

Setelah dibacakan doa dan istighosah oleh ketujuh kyai dan habib tersebut, K.H. Subhan kemudian membuka dan menggali lahan tersebut dengan bantuan ke 38 muridnya.proses pembukaan dan penggalian lahan tersebut berlangsung cukup lama, yakni selama 18 bulan.

5. Dirancang Tanpa Bantuan Arsitek

Pada awalnya Masjid Aschabul Kahfi merupakan sebuah goa yang tidak ada manfaatnya, tandus, berbatu dan tidak terawat. Kemudian K.H. Subhan mempunyai ide kreatif untuk memanfaatkan goa ini menjadi Masjid. Bahkan masjid ini dibangun tanpa bantuan arsitek manapun. K.H. Subhan sendirilah yang merancang baik desain eksterior maupun desain interior dari masjid ini.

6. Memiliki Interior yang Alami

Saat proses pembangunan Masjid Aschabul Kahfi, K.H. Subhan dengan semaksimal mungkin berusaha tidak mengubah struktur interior goa. Mulai dari stalaktit di langit-langit goa, stalakmit di dinding goa, hinga sumber mata air yang ada di dalam goa pun tidak diubah atau dirusak pada saat pembangunan masjid. hal tersebut tidak malah membuat tampilan interior masjid menjadi buruk, keaslian interior goa tersebut justru menjadikan desain interior masjid menjadi lebih indah dan unik.

7. Suasananya Sangat Tenang

Tempatnya yang berada di dalam perut bumi, membuat masjid ierhindar dari kebisingan dari luar. Hal itu membuat suasana di masjid ini sangat hening dan damai. Sehingga jamaah yang melaksanakan ibadah, seperti sholat atau I’tikaf di dalam masjid ini akan merasa sangat tenang dan khusu’.

8. Menjadi Tempat Swafoto

Selain suasananya yang sangat hening dan tenang, sehingga sangat cocok untuk I’tikaf dan bertafakur. Desain interior Masjid Aschabul Kahfi juga sangat instagramable. Stalaktit dan stalakmit yang ada di dalam gua semakin menambah keindahan masjid ini. Pantaslah jika banyak wisatawan yang datang ke masjid ini. Bukan hanya untuk berwisata religi, tetapi juga untuk berswafoto di dalam masjid ini.

9. Pembangunannya Dibantu oleh Khodam

Menurut kabar yang beredar di masyarakat, pada saat proses pembangunan Masjid Ashabul Kahfi ini, K.H. Subhan tidak hanya dibantu oleh ke 38 muridnya, akan tetapi juga dibantu oleh Khodam-Khodam beliau dari bangsa jin.

10. Kubahnya Sejajar dengan Tanah

Keunikan dari Masjid Aschabul Kahfi ini seperti tidak ada habisnya. Jika masjid-masjid lain memiliki kubah yang menjulang tinggi hinga belasan atau puluhan meter. Berbeda dengan Masjid Aschabul Kahfi yang memiliki kubah sejajar dengan tanah. Hal ini bukan menjadikan Masjid ini terlihat aneh, justru kondisi dari kubah tersebut menjadi daya tarik bagi para jamaah dan wisatawan untuk mengunjungi masjid ini.

Walaupun bangunanya tidak Nampak dari luar, namun masjid ini memiliki luas 3 hektar dibawah permukaan tanah. Bukan hanya itu, masjid ini juga memiliki 7 tingkat di dalamnya. Meskipun sudah memiliki bangunan yang cukup luas, pembangunan masjid ini masih terus berlanjut. Bahkan K.H. Subhan menuturkan bahwa pembangunan Masjid aschabul Kahfi ini insya Allah akan berlanjut hingga tahun 2027 mendatang. K.H. Subhan juga berharap masjid ini nantinya mampu menampung hingga 6000 jamaah.

Itulah tadi fakta unik mengenai Masjid Aschabul Kahfi. Semoga bisa menambah referensi umat muslim mengenai masjid-masjid di Indonesia.

 

BACA JUGA

7 MASJID TERBESAR DI INDONESIA
5 Masjid Terbesar di Singapura
7 Peristiwa Penting Yang Menyambut Kelahiran Nabi Muhammad
Sejarah Masjid Menara Kudus Dan Perjuangan Sunan Kudus
7 MASJID TERBESAR DI JAWA TIMUR
TATA CARA DAN KEUTAMAAN SHOLAT TAUBAT
Pengertian, Macam dan Keutamaan Sholat Rowatib
Ingin Khusyu’ Saat Sholat? Ikuti Tips berikut!
8 Keutamaan Sholat Istikharah Yang Patut Diketahui
Hukum dan Manfaat Mengerjakan Sholat Berjamaah
Keutamaan Dan Tata Cara Sholat Hajat (Arab dan Latin)
Open chat
Selamat datang di Picasso Rugs & Carpets. Mau proposal GRATIS dan DISKON langsung?
Silahkan chat kami disini
Powered by