Share halaman ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bulan Syawal merupakan bulan ke 10 pada kalender Hijriah. Bulan Syawal merupakan bulan yang istimewa bagi umat Islam. dimana umat Muslim dari seluruh penjuru dunia merayakan hari Raya Idul Fitri. Selain istimewa bagi umat Islam karena merupakan hari kemenangan, bulan Syawal juga merupakan bulan yang istimewa bagi umat muslim pada jaman Nabi dahulu. Berikut 3 peristiwa besar di jaman Nabi yang terjadi di Bulan Syawal:.

  1. PERANG UHUD

Perang Uhud merupakan perang kedua yang dilakukan oleh kaum muslimin pada jaman Nabi, setelah sebelumnya berhasil menang dalam perang badar (17 Ramadhan 2H).  Perang Uhud sendiri terjadi pada tanggal 3 Syawal tahun ke-3 Hijriah. Perang ini terjadi di Bukit Uhud, yaitu sebuah bukit kecil yang terletak di sebelah utara kota Madinah. Jarak Bukit Uhud dari kota Madinah adalah 4 mill atau setara dengan 5 km.

 

Faktor yang mendasari terjadinya Perang Uhud adalah dendam kaum Suku Quraisy yang tidak menerima kekalahan mereka pada saat Perang Badar. Selain itu tewasnya beberapa tokoh besar Suku Quraisy seperti Abu Jahal, telah merendahkan martabat dan harga diri kaum Suku Quraisy. Sehingga Kaum Suku Quraisy berkeinginan untuk menyerang dan mengalahkan Umat Islam.

 

Langkah awal yang dilakukan kaum Suku Quraisy dalam mempersiapkan perang Uhud adalah dengan mengumpulkan harta rampasan yang didapatkan dari Perang Badar. kemudian beberapa utusan dikirim kepada kabilah-kabilah di seluruh penjuru Arab untuk bergabung dan membantu suku Quraisy dalam perang Uhud. Setidaknya ada 7 Kabilah yang mendukung Suku Quraisy dalam perang Uhud.

 

Setelah persiapan dirasa cukup matang, Abu Sufyan salah satu pembesar sekaligus pemimpin pasukan Suku Quraisy dalam Perang Uhud, mengirimkan surat kepada Nabi Muhammad. Surat tersebut berisi tantangan sekaligus ajakan untuk berperang. Pada awalnya Nabi Muhammad enggan untuk berperang, mengingat banyaknya korban gugur dari pasukan Muslimin ketika Perang Badar.Namun setelah berdiskusi dengan para sahabat, akhirnya Nabi Muhammad menerima tantangan Suku Quraisy untuk berperang.

Beberapa hari sebelum perang berlangsung, paman Nabi Muhammad yang bernama Abbas, mengirimkan surat pada Nabi Muhammad, memberitahukan perihal pasukan yang dipersiapkan Suku Quraisy berjumlah 3.000 orang. Karena keterbatasan jumlah kaum muslimin, Nabi pun hanya menyiapkan 1.000 pasukan.

Dalam Perang Uhud pasukan umat Islam dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad. Strategi yang digunakan oleh Nabi Muhammad adalah dengan meletakkan pasukan pemanah di bagian terdepan. Pasukan pemanah tersebut berada diatas bukit dan bertugas untuk memantau keberadaa musuh dan menghadang ketika musuh datang. Sebelumnya Nabi telah berpesan kepada pasukan pemanah untuk tidak meninggalkan bukit tempat mereka berada.

Pada mulanya strategi yang digunakan Nabi Muhammad berhasil memukul mundur pasukan Quraisy. Kemenangan pun diperoleh oleh umat Islam. pasukan pemanah yang mengetahui pasukan Quraisy berhasil dipukul mundur, langsung meninggalkan bukit dan turun mengambil harta rampasan. Hanya tersisa 9 pasukan pemanah yang tetap siaga di atas bukit. Mengetahui hal tersebut, pasukan Suku Quraisy mengambil kesempatan untuk kembali melakukan penyerangan. Hal tersebut menjadi penyebab kekalahan pasukan muslim, yang disebabkan ketidakpatuhan terhadap perintah Nabi Muhammad SAW.

  1. PERANG KHANDAQ

Perang Khandaq adalah perang ke-3 yang terjadi pada jaman Nabi Muhammad. Perang Khandaq sendiri terjadi pada bulan Syawal tahun ke-5 Hijriah. Khandaq memiliki arti parit. Disebut Perang Khandaq, karena strategi dari perang tersebut adalah dengan menggali parit yang mengitari kota Madinah. Strategi penggalian parit di sekeliling kota Madiah tersebut dicetuskan oleh salah satu sahabat Nabi yang berasal dari Paris bernama Salman Al-Farisi. Strategi yang dicetuskan Salman tersebut cukup berhasil menghadang pasukan musuh untuk memasuki kota Madinah.

Alasan yang menjadi latar belakang perang Khandaq adalah pengusiran kaum Yahudi dari Bani Nadhir dan Bani Wa’li yang dilakukan oleh Rasulullah. Pengusiran tersebut terjadi dikarenakan umat Yahudi Nadhir dan Wa’li mengingkari janji yang telah disepakati dengan Kaum Muhajirin dan Kaum Anshar.

Akibat pengusiran tersebut, Kaum Yahudi dari Bani Nadhir dan Bani Wa’il bersekutu dengan Suku Quraisy untuk menyerang Umat Muslim di Madinah. Selain Suku Quraisy, Kaum Yahudi juga berkoalisi dengan Suku Ghathafan. Alhasil terkumpulah pasukan yang sangat besar yang terdiri dari 4.000 prajurit, 300 penunggang kuda, dan 1.500 penunggang unta.

Sementara musuh mempersiapkan pasukan, Nabi dan Umat Islam bermusyawarah perihal strategi yang akan diterapkan dalam perang. Beberapa sahabat memberikan ide mereka, namun Nabi Muhammad memilih strategi yang diutarakan oleh Sahabat Salman Al-farisi. Strategi tersebut dipilih, karena Nabi mempertimbangkan jumlah korban yang nantinya berjatuhan akibat perang. Oleh sebab itu Rasulullah menyetujui usulan Salman Al-Farizi untuk menggali Khandaq/parit, yang bertujuan untuk meminimalisir korban perang, baik dari pasukan muslimin maupun dari pasukan musuh.

Strategi penggalian parit tersebut berhasil menghadang pasukan musuh untuk memasuki kota Madinah. Umat Muslim pun aman berada di dalam kota Madinah. Namun pasukan musuh tidak menyerah untuk mengepung kota Madinah dan mencari akses masuk ked ala kota Madinah. Pengepungan yang dilakukan pasukan musuh terjadi selama satu bulan lamanya. Namun atas ijin Allah SWT, pasukan musuh yang mendirikan tenda-tenda di sekitar kota Madinah pun diterjang badai pasir yang amat besar. Akhirnya pasukan musuh memutuskan mundur dan kembali ke Makkah.

  1. PERNIKAHAN NABI DENGAN AISYAH

Bukan hanya peperangan saja yang terjadi di bulan Syawal. Namun Syawal juga merupakan bulan dimana Rasulullah meminang Sayyidah Aisyah. Aisyah merupakan putri dari Abu Bakar, salah satu sahabat Nabi yang juga merupakan Ashabihunal Awwalun . Ashabihunal Awwalun adalah sebutan bagi orang-orang yang pertama masuk Islam. ada 20 orang yang termasuk kedalam Ashabihunal Awwalun., salah satu diantaranya adalah Abu Bakar As-shidiq.

Sebelum dipinang oleh Rasulullah, Aisyah terlebih dulu dijodohkan dengan anak pemuka Suku Quraisy, bernama Jubayr bin Mu’tim. Pernikahan Aisyah dengan Jubaayr urung dilakukan karena Ayah Jubayr, yaitu Mu’tim bin Adi menolak Aisyah dikarenakan Abu Bakar telah masuk Islam. setelah 3 tahun penolakan Jubayr terhadap Aisyah, Rasulullah kemudian meminang dan menikahi Aisyah di bulan Syawal tahun ke-10 Kenabian, atau 3 tahun sebelum Hijrah ke Madinah.

Adapun mahar atau mas kawin yang diberikan Rasulullah ketika menikahi Sayyidah Aisyah adalah 500 dirham. Hal tersebut berdasarkan sebuah riwayat Imam Bukhari. Aisyah RA berkata: tahukah engkau berapa mahar Rasulullah padaku? Sahabat menjawab: tidak wahai Ummul Mu’minin. Kemudian Aisyah bekata, Mahar Nabi Muhammad kepada ku adalah setengah Uqiyah. (HR.Bukhari)

Para ulama menjelaskan bahwa 1 uqiyah adalah setara dengan 1.000 Dirham. Sedangkan mahar Rasulullah ketika menikahi Aisyah adalah setengah uqiyah, yang berarti 500 Dirham. Dirham merupakan mata uang yang terbuat dari emas 24 karat. 500 Dirham nilainya sama dengan emas 24 karat seberat 200 gram. Pada jaman Nabi Dirham merupakan emas terbaik yang pada masa sekarang setara dengan emas PAMP. Harga emas PAMP 24 karat sendiri sebesar Rp. 6.500.000/gram. Jadi bisa disimpulkan bahwa mahar yang diberikan Nabi Muhammad ketika menikahi Sayyidah Aisyah adalah sebesar 1,3 Miliyar.

 

Sumber:

https://bit.ly/2XNCz2d

https://bit.ly/2Us7RJT

https://bit.ly/2Us7U8x

https://bit.ly/3f1ObEv

https://bit.ly/2ARr9Bk

https://bit.ly/3cNH3Kv

https://bit.ly/30oCLGF

https://bit.ly/2XO0VZz

Baca Juga:
Jangan Terlalu Bersedih, Ini Dia Hikmah Dibalik Pandemi Corona
Sudah Tahu Belum? Ini Hukum Dan Tata Cara Puasa Syawal
11 TIPS BERIBADAH DI MASJID PADA MASA NEW NORMAL
3 Poin Penting Dalam Panduan New Normal Di Tempat Ibadah
Siap Hadapi New Normal? Ini Dia 10 Tips Mencegah Penyebaran Virus Corona Di Masa New Normal
Musholla Rumah, Tempat Bermunajah Terbaik Saat Terjadi Pandemi

Share halaman ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •