Pada masa Dinasti Abasiah, tepatnya antara tahun 780M-1258M. Islam pernah mengalami masa-masa keemasan, terutama di bidang ilmu pengetahuan. Di era tersebut masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah saja, tetapi juga sarana untuk mengakaji ilmu agama maupun ilmu pengetahuan. Antusiasme umat islam untuk mengkaji ilmu pengetahuan telah melahirkan berbagai tokoh cendikiawan yang piawai dalam berbagai bidang ilmu, baik di bidang kedokteran, matematika, maupun kimia.

Berikut tiga ilmuwan islam yang berjasa dalam dunia ilmu pengetahuan:

Ibnu Sinna, Bapak Pengobatan Modern

Ibnu Sinna atau di dunia barat lebih dikenal dengan nama Avicena merupakan filsuf islam sekaligus ahli pengobatan modern yang lahir di Persia pada tahun 980 M. Pada usia 17 tahun Ibnu Sinna telah menjadi dokter panggilan di istana dan pernah berhasil mengobati pangeran Nuh Ibn Mansur. Selain menjadi filusuf dan dokter, Ibnu Sinna juga menulis beberapa buku-buku tentang ilmu medis. Tercatat sebanyak 450 buku yang telah ditulis oleh Ibnu Sinna.

Karya Ibnu Sinna yang paling terkenal berjudul Qanun fi Thib. Buku tersebut kemudiian diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dengan judul The Book of Healing atau The Canon of Medicine. Buku karya Ibnu Sinna tersebut telah menjadi rujukkan di bidang kedokteran selama berabad-abad.

Oleh sebab itu Ibnu Sinna disebut sebagai “Bapak Pengobatan Modern”, dimana ketika di dunia barat masih mengenal penyakit sebagai wabah yang disebarkan tukang sihir, Ibnu Sinna telah menemukan cara pengobatannya secara modern.

Bahkan pada tahun 998M Ibnu Sinna telah berhasil mengidentifikasi Virus meningitis dan berhasil menemukan obatnya yang berasal dari Zanthoxyllum budrunga, senyawa nabati yang berasal dari tumbuhan. Senyawa tersebut kemudian dikembangkan oleh ilmuwan kedokteran modern dan hingga saat ini dijadikan vaksin untuk penyakit radang selaput otak (meningitis)

Ibnu sinna juga merupakan orang pertama yang menemukan sistem peredaran manusia, yang enam tahun kemudian disempurnakan oleh seorang ilmuan berkembangsaan Inggris, William Harvey. Bukan hanya itu, Ibnu Sinna juga yang pertama kali menyatakan bahwa selama dalam kandungan janin memperoleh makanan dari plasenta melewati tali pusar. Praktek bedah (operasi) pertama di dunia juga dilakukan oleh Ibnu Sinna. Semua pengetahuan Ibnu Sinna dituangkan dalam buku Qanun fi Thib.

Al-Khawarizmi, Pencipta Konsep Aljabar dan Alogaritma

Memiliki nama lengkap Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi, Alkhawrizmi adalah seorang ilmuwan Matematika yang memiliki jasa besar bagi dunia ilmu pengetahuan. Dilahirkan di kota kecil sederhana di pinggiran sungai Oxus (Ammu Darya) yakni kota Khawarizmi, sekarang ini masuk ke dalam wilayah Uzbekistan. Alkhawarizmi adalah ilmuwan yang pertama kali memperkenalkan sismbol-simbol bilangan 1-10, di mana sebelumnya simbol-simbol bilangan tersebut menggunakan angka romawi.

Di dunia barat, Al-Khawarizmi lebih dikenal dengan nama Algorizm. Yaitu penyebutan namanya dalam bahasa latin. Semasa hidupnya, Al-Khawarizmi banyak menemukan konsep-konsep dalam ilmu matematika yang hingga saat ini masih tetap dipelajari.

Konsep tersebut ialah konsep Aljabar dan konsep Alogaritma. Algoritma merupakan prosedur dari beberapa langkah demi langkah untuk penghitungan. Algoritma dipakai untuk penghitungan, penalaran otomatis, dan pemrosesan data. Kata Alogaritma sendiri diambil dari nama Al-Khawarizmi yang kemudian diadaptasi dalam bahasa latin menjadi Algorizm dan berubah menjadi Alogaritma.

Sebuah konsep yang berhasil diperkenalkan oleh Al-Khawarizmi. Al-khawarizmi banyak memberikan perubahan bagi peradaban manusia terutama dalam bidang ilmu pengetahun. Hingga saat ini ilmu matematika banyak dipengaruhi oleh karya Al-Khawarizmi. Masyarakat modern pun berhutang jasa pada Al-Khawaizmi terutama pada penggunaan bilangan.

Jabir Ibn Hayyan, Penemu Senyawa Etanol

Jabir Ibnu Hayyan memiliki nama lengkap Abu Musa Jabir Ibn Hayyan Al-Azdi. Namun di dunia barat dan Eropa lebih dikenal dengan nama Geber. Jabir merupakan ilmuan kimia yang berasal dari kota Thus, Iran. Ayah Jabir bernama hayyan Al-Azdi merupakan ahli di bidang farmasi yang berasal dari suku Arab Azad.

Jabir telah menulis 500 judul buku yang menjadi rujukan dalam ilmu Kimia. Beberapa dari karyanya diterjemahkan kedalam bahasa Latin dan Bahasa Inggris. Salah satu karyanya yang paling terkenal berjudul Al Hikmah Al Falsafiyah yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan berjudul Summa Perfecdonis.

Dan berikutnya di tahun 1678, ilmuwan Inggris lainnya, Richard Russel, mengalihbahasakan karya Jabir ini dengan judul Summa of Perfection dan Al Kimya. Terjemahan Kitab Al Kimya bahkan telah diterbitkan oleh ilmuwan Inggris, Robert Chester pada 1444, dengan judul The Book of the Composition of Alchemy

Jabir juga ilmuwan pertama yang menemukan beberapa unsur dan senyawa kimia. Terdapat 19 unsur yang telah berhasil ditemukan oleh Jabir. Dalam sejarah, Jabir adalah penemu asam belerang, natrium karbonat, pottasium karbonat, dan sepuh.

Zat-zat kimia tersebut merupakan zat yang sangat urgen, bahkan hampir menjadi salah satu dasar perkembangan peradaban pada abad 19 dan 20 di bidang kimia, farmasi, pertanian, dan lain lain.

Jabir ibnu Hayyan telah dianggap sebagai orang pertama yang menemukan hukum perbandingan tetap. Dan juga merupakan orang yang pertama menuliskan teori tentang pemanasan wine akan menimbulkan gas yang mudah terbakar. Hal ini yang kemudian menjadi sebuah jalan bagi Al-Razi dalam menemukan etanol.

Itulah tadi tiga ilmuwan besar Islam yang telah merubah peradaban manusia khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan. seluruh warga dunia berutang jasa terhadap pemikiran dan karya-karya mereka yang hingga saat ini menjadi rujukan dalam bidang ilmu kedokteran, matematika, dan kimia.

Sumber:

https://bit.ly/32lnjM9, https://bit.ly/32ksDQ0, https://bit.ly/3bLRLlE, https://bit.ly/3intsNn, https://bit.ly/3bPgkOH

BACA JUGA

Virus Corona Merebak, Amankah Belanja Produk dari China?
Viral Virus Corona, Ternyata Ini Dia Cara Pencegahannya
Diturunkan Secara Berangsur, Ternyata Begini Sejarah Pembukuan Al-Quran
14 Fakta Tentang Gus Sholah, Cendekiawan Muslim Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang
Wajib Tau! Inilah 7 Tokoh Besar Islam Yang Lahir Di Bulan Februari
 Ini Dia 5 Keutamaan Menuntut Ilmu Menurut Islam
Heboh Virus Corona, Ini dia 3 Alasan Islam Larang Konsumsi Kelelawar
Open chat
Selamat datang di Picasso Rugs & Carpets. Mau proposal GRATIS dan DISKON langsung?
Silahkan chat kami disini