Bulan Muharram merupakan bulan yang dimuliakan di dalam agama Islam. Bukan hanya kedudukannya sebagai bulan pertama yang mengawali tahun baru islam, namun bulan Muharram termasuk salah satu dari keempat bulan Haram (bulan mulia). Disamping kedudukannya sebagai bulan Haram, alasan bulan Muharram menjadi bulan yang dimuliakan adalah sebab terjadinya peristiwa-peristiwa besar dalam bulan tersebut.

Dalam kitab karya Syeikh Abdurahman Al-Sorufi yang berjudul Nazatul Majlis wa Muntakhabun Juz 1 halam 174, dijelaskan bahwa terdapat 10 peristiwa besar yang terjadi di bulan Muharram:

  1. NABI ADAM DITURUNKAN KE BUMI

Seperti yang telah diceritakan dalam Al-Quran maupun Hadits, bahwa Nabi Adam dan Istrinya, Ibu Hawa telah diperingatkan oleh Allah agar tidak mendekati Pohon Buah Khuld. Namun akibat tipu muslihat Iblis, akhirnya Ibu Hawa dan Nabi Adam memakan buah tersebut. Sebab perilaku yang melanggar perintah Allah, Nabi Adam dan Ibu Hawa diusir dari surga dan diturunkan ke bumi. Bulan dimana Nabi Adam dan Istrinya diturunkan ke bumi tidak lain adalah bulan Muharram. Peristiwa turunnya Nabi Adam dan Ibu Hawa tersebut didalam Al-Quran disebutkan sebanyak 25 kali, diantaranya  dalam Surat Al-Baqarah ayat 30-39, al-A’raaf ayat 11-25, Al-Hijr ayat 26-38, Al-Isra’ ayat 61-65, Thaha ayat 115-127, dan As-Shad ayat 71-78.

  1. NABI NUH DISELAMATKAN DARI BANJIR BESAR

Peristiwa besar yang terjadi di bulan Muharram selanjutnya adalah diselamatkannya Nabi Nuh dan Para Pengikutnya dari banjir besar yang mengombang-ambingkan bahtera Nabi Nuh selama 150 hari. Setelah dakwa Nabi Nuh kepada kaumnya selama 300 tahun tidak berhasil dan hanya sekitar 70-80 orang yang menjadi pengikutnya. Akhirnya Nabi Nuh berdoa kepada Allah untuk menurunkan adzab bagi kaumnya yang membangkang dan melampaui batas. Allah pun mengabulkan doa Nabi Nuh dan menurunkan banjir bandang yang sangat dahsyat. Nabi Nuh yang sebelumnya telah membuat sebuah bahtera besar, berlayar bersama para pengikutnya. Bukan hanya pengikut Nabi Nuh dari golongan manusia saja yang ikut berlayar. Atas izin Allah, hewan-hewan liar pun ikut berlindung dari banjir di dalam kapal Nabi Nuh. Bahtera Nabi Nuh berlayar selama 150 hari, yang kemudian Allah menyurutkan banjir dahsyat tersebut, sehingga Bahtera Nabi Nuh dapat berlabu di sebuah gunung yang bernama Gunung Judi. Peristiwa surutnya banjir bandang pada masa Nabi Nuh dan berlabuhnya bahtera Nabi Nuh di Bukit Judi tersebut terjadi pada bulan Muharram.

  1. NABI IBRAHIM DISELAMATKAN DARI PEMBAKARAN API

Selama bertahun-tahun Nabi Ibrahim menyaksikan umatnya menyekutukan Allah dengan menyembah berhala yang dibuat sendiri oleh Ayahnya. Selama bertahun-tahun pula Nabi Ibrahim menyeru agar hanya menyembah Tuhan yang satu, yaitu Allah semata. Namun hanya sedikit dari umatnya yang menjadi pengikut Nabi Ibrahim, sedangkan yang lainnya masih tetap melakukan penyembahan terhadap berhala. Akhirnya Nabi Ibrahim memutuskan untuk menghancurkan seluruh berhala yang ada di kuil Babylon dan menyisakan satu berhala yang paling besar. Akibat dari penghancuran berhala yang dilakukan Nabi Ibrahim tersebut, Kaum Musyrikin Babylon yang dipimmpin oleh Azar, Ayah Nabi Ibrahim, menangkap dan mengikat Nabi Ibrahim di tengah kayu pembakaran. Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup selama 40 hari. Atas izin Allah di hari ke-40 ketika pembakaran api telah padam, Nabi Ibrahim tetap hidup dan dalam kondisi yang sehat tanpa ada kekurangan. Hari dimana Nabi Ibrahim diselamatkan dari api pembakaran tersebut terjadi di bulan Muharram.

  1. NABI MUSA MENERIMA KITAB TAURAT

Nabi Musa merupakan salah satu Nabi dari Bani Israil yang hidup di Negara Mesir. Pada saat Nabi Musa diutus untuk menyampaikan risalah kenabian, Negara Mesir dipimpin oleh seorang Firaun, yakni Raja Ramses II. Nabi Musa sendiri berdakwa bersama saudara kandungnya yang tidak lain adalah Nabi Harun AS sekitar tahun 1531-1408 SM. Ketika menyampaikan risalah kenabian, Nabi Musa AS menerima wahyu dari Allah yang berupa Kitab Taurat. Wahyu dalam Kitab Taurat tersebut pertama kali turun pada bulan Muharram.

  1. TERBELAHNYA LAUT MERAH OLEH NABI MUSA

Selain diutus untuk menyeru kepada Bani Israil untuk senantiasa menyembah kepada satu Tuhan yaitu Allah SWT, Nabi Musa AS juga diutus untuk membebaskan Bani Israil yang telah diperbudak oleh Firaun Mesir selama berabad-abad, dan membawa Bani Israil menuju tanah kemenangan. Proses pembebasan Bani Israil dari Perbudakan Raja Mesir bukanlah hal yang mudah. Banyak kendala dan rintangan yang dihadapi oleh Nabi Musa dan Nabi Harun AS. Hingga Allah mengutus Nabi Musa dan Nabi Harun untuk membawa Bani Israil keluar dari Negeri Mesir menyeberangi Laut Merah. Allah pun memberikan mukjizat pada Nabi Musa berupa kemampuan membelah lautan menggunakan tongkat. Peristiwa terbelahnya Laut Merah ini terjadi pada bulan Muharram.

  1. NABI AYYUB SEMBUH DARI PENYAKIT KULIT MENAUN

Nabi Ayyub merupakan salah satu Nabi yang mendapatkan ujian yang luar biasa dari Allah. Allah memberikan ujian kepada Nabi Ayyub berupa penyakit kulit menaun yang tidak kunjung sembuh. Akibat dari penyakit yang diderita tersebut, Nabi Ayyub ditinggalkan oleh orang-orang disekitarnya bahkan istrinya. Nabi Ayyub pun bermunajat dan bertaubat pada Allah dan akhirnya Allah mengangkat penyakit Nabi Ayyub. Penyakit kulit menahun Nabi Ayyub disembuhkan oleh Allah pada bulan Muharram.

  1. NABI YUNUS DIKELUARKAN DARI PERUT IKAN PAUS

Nabi Yunus merupakan Nabi yang diutus untuk membawa risalah kenabian kepada kaum NInawah. Kaum Ninawah sendiri termasuk kedalam suku Assyiriah yang tinggal di Irak. Nabi Yunus merupakan putra dari Matta yang tidak lain adalah keturunan Binyamin bin Yakub.

Kaum Ninawah selalu menolak ajaran Nabi Yunus sebab Nabi Yunus bukan berasal dari kaum mereka melainkan berasal dari keturunan Bani Israil. Selama bertahun-tahun berdakwa, Nabi Yunus hanya memiliki dua pengikut yaitu Rubil dan Tanukh. Kemusyrikan dan kejahatan kaum Ninawah semakin merajalela, sehingga Nabi Yunus memutuskan untuk meninggalkan kaumnya.

Sepeninggal Nabi Yunus, kaum NInawah mendapatkan adzab yang  menyebabkan mereka sadar dan bertaubat. Kaum Ninawah pun beriman dan mencari Nabi Yunus. Sementara itu Nabi Yunus yang berkelana tanpa tujuan, bertemu dengan kapal nelayan. Nabi Yunus pun menumpang kapal tersebut untuk menyeberang pulau. Di tengah laut, Nabi Ayyub bersama para nelayan diterpa badai hebat dan mengharuskan salah satu dari penumpang untuk turun agar kapal tidak tenggelam.

Setelah diundi tiga kali, nama penumpang yang diharuskan turun tetaplah Nabi Yunus. Sehingga dengan terpaksa Nabi Yunus turun dari kapal dan menceburkan diri ke dalam laut. Allah pun mengutus Nun (ikan paus) untuk memakan Nabi Yunus.

Atas izin Allah, Nabi Yunus tetap hidup meskipun berada di perut ikan paus selama 40 hari. Selama berada di perut ikan paus, Nabi Yunus bertaubat dan memohon ampun kepada Allah, serta menyesali perbuatannya yang meninggalkan kaum Ninawa. Allah mengampuni Nabi Yunus dan mengeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan paus, yang bertepatan pada bulan Muharram.

  1. NABI YUSUF DIBEBASKAN DARI PENJARA

Fitnah yang didapat Nabi Yusuf menyebabkan Nabi Yusuf dimasukkan penjara oleh Gubernur Mesir pada masa itu. Selama 7 tahun di dalam penjara, Allah menyempurakan keimanan dan karakter Nabi Yusuf dalam hal kejujuran, kebijaksanaan, kedermawanan, ketaatan, dan amanah. Nabi Yusuf juga diberi kemampuan luar biasa oleh Allah berupa kemampuan menafsirkan mimpi tentang segala hal besar di masa depan. Ketika dirasa sudah mampu menjadi pemimpin, Allah kemudian membebaskan Nabi Yusuf dari penjara. Bebasnya Nabi Yusuf dari penjara tersebut terjadi di bulan Muharram.

  1. NABI YUSUF BERKUMPUL DENGAN AYAHNYA

Setelah berpisah selama 40 tahun dengan ayah dan adik kandungnya, Nabi Yusuf yang telah menjadi menteri di Negara Mesir diperkenankan berkumpul kembali oleh Allah bersama Ayahnya, Nabi Yakub, dan adik kandungnya, Binyamin. Peristiwa tersebut terjadi pada bulan Muharram.

  1. NABI SULAIMAN DIBERI KERAJAAN

Nabi Sulaiman merupakan Nabi yang diberi mukjizat mampu memahami bahasa binatang. Tidak hanya itu, Nabi Sulaiman merupakan Raja yang sangat besar, dimana kekuasaannya bukan hanya meliputi bangsa manusia, akan tetapi juga berkuasa terhadap bangsa jin. Kekuasaan tersebut tidak lain hanyalah sedikit dari kekuasaan Allah yang dianugerahkan kepada Nabi Sulaiman. Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Nabi Sulaiman diperintah oleh Allah untuk memilih dari ketiga pilihan, yaitu ilmu pengetahun, kekuasaan, dan kekayaan. Pada waktu itu, ilmu pengetahuan lah yang dipilih oleh Nabi Sulaiman. Seketika itulah Allah memberikan ketiga dari pilihan yang diberikan. Ilmu pengetahuan,kekayaan, dan kekuasaan, ketiganya oleh Allah dianugerahkan kepada Nabi Sulaiman AS. Hari dimana Allah memberikan ketiga anugerah tersebut beserta kerajaan besar, terjadi di bulan Muharram.

Sumber:

https://bit.ly/34riHFE

BACA JUGA:

Open chat
Selamat datang di Picasso Rugs & Carpets. Mau proposal GRATIS dan DISKON langsung?
Silahkan chat kami disini