Share halaman ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Banyak yang beranggapan bahwa masjid yang pertama dibangun oleh Rasulullah SAW adalah Masjid Nabawi. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, karena pada kenyataanya Masjid yang pertama kali dibangun oleh Nabi Muhammad SAW adalah Masjid Quba.

Quba sendiri adalah nama salah satu daerah di Jazirah Arab. Letaknya ada di sebelah selatan kota Yatsrib atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Madinah, kurang lebih berjarak lima kilometer dari Masjid Nabawi.

Dikutip dari buku karya H.Rafiq Jauhary yang berjudul Amalan di Tanah Suci, Masjid Quba dibangu ketika Rasulullah dan Abu Bakar melakukan perjalanan hijrah dari makkah Al-Mukaramah menuju Yatsrib atau Madinah Al-Munawarah.

Saat melakukan perjalanan hijrah, Nabi Muhammad yang ditemani Abu Bakar As-Shidiq sempat singgah di beberapa tempat. Diantaranya adalah Gua Tsur. Di Gua Tsur inilah Rasulullah SAW dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran Kaum Kafir Quraisy.

Setelah dirasa cukup aman, Nabi Muhammad dan Abu bakar melanjutkan perjalanannya ke Madinah melalui Jalur yang berbeda. Jalur yang awalnya direncanakan melewati utara kota Madinah, yaitu melalui kota Kitanah, diubah menjadi melalui daerah Quba yang berada di selatan Madinah. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari dan mengecoh Kaum Kafir Quraisy.

Saat tiba di Quba, Nabi Muhammad disambut hangat oleh masyarakat Quba. Nabi Muhammad dan Abu Bakar pun memutuskan untuk tinggal beberapa hari di Quba. Hal tersebut dilakukan karena Nabi Muhammad menunggu kedatangan Ali bin Abi Thalib yang masih berada di Makkah

Dalam buku yang berjudul “Tempat Bersejarah yang Dikunjungi Rasulullah” karya Hanafi Al-Malawi. Nabi Muhammad dan Abu Bakar tinggal di Quba selama empat hari. Selama berada di Quba, Nabi Muhammad dan Abu Bakar tinggal di rumah lelaki tua yang telah masuk Islam sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah, bernama Kultsum bin Al-Hadam bin Amr Al-Qaish.

Para sejarawan menyebutkan bahwa tanah yang menjadi lahan pembangunan Masjid Quba adalah lapangan milik Kultsum bin Al-Hamad yang biasa digunakan untuk menjemur kurma.

Masjid Quba sendiri dibangun pada tanggal 1 Hijriah atau tepatnya pada tahun 622 Masehi. Masjid Quba dibangun diatas lahan milik Kultsum dengan luas 1.200 meter persegi. Masjid ini beberapa kali direnovasi oleh pemerintah Arab Saudi. Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah orang yang pertama kali merenovasi Masjid Quba.

Yaitu dengan membangun menara di samping masjid tersebut. Kemudian pada tahun 1986, Raja Fahd ibn Abdul Aziz merenovasi dan memperluas Masjid ini dengan biaya 90 riyal. Hingga kini Masjid Quba memiliki luas 5.860 meter persegi dan mampu menampung hingga 20.000 jamaah.Masjid Quba memiliki 19 pintu dengan 3 buah pintu utama. Dua pintu masuk untuk jamaah laki-laki dan 1 pintu untuk pintu masuk jamaah perempuan.

Selain memiliki sejarah yang menarik, Masjid Quba juga memiliki keutamaan dibandingkan Masjid-masjid lainnya. Berikut 5 keutamaan dari Masjid Quba

1. Disebutkan dalam Al-Quran

Sebagai Masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW, Masjid Quba juga disebutkan dalam Al-Quran. Yaitu pada surat At-Taubah ayat 108:

“sesungguhnya Masjid yang didirikan atas dasar Taqwa sejak hari pertama (Masjid Quba) adalah lebih patut amu sholat di dalamnya. Di dalam masjid itu aada orang-orang yang ingin menyucikan diri. Dan Allah menyukai orang yang bersuci” (QS. At-Taubah ayat 108)

2. Masjid yang Dibangun karena Ketaqwaan

Masjid Quba adalah masjid yang dibangun dengan dasar ketaatan dan ketaqwaan pada Allah SWT. Pasalnya masjid ini dibangun ketika perjalanan hijrah menuju Madinah. Yaitu  perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad untuk menyelamatkan agama Allah, dan sebagai bentuk ketakwaan dan ketaatan Nabi Muhammad kepada Allah SWT. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat At-Taubah ayat 108:

“sesungguhnya Masjid yang didirikan atas dasar Taqwa sejak hari pertama (Masjid Quba) adalah lebih patut amu sholat di dalamnya. Di dalam masjid itu aada orang-orang yang ingin menyucikan diri. Dan Allah menyukai orang yang bersuci” (QS. At-Taubah ayat 108)

3. Termasuk Kedalam 4 Masjid Utama

Masjid Quba merupakan salah satu dari empat masjid yang disucikan oleh Allah SWT. Ketiga masjid yang lainnya ialah Masjidil Haram di Mekkah yang merupakan Masjid pertama di Bumi. Masjid Nabawi, yaitu Masjid yang dibangun Nabi Muhammad setelah tiba di Madinah, yang juga oleh Rasulullah disebut sebagagai “Masjidii” atau yang berarti “Masjidku”.

Masjidil Aqsa di Palestina, yaitu tempat dimana Nabi Muhammad memulai Mi’raj (perjalanan menuju langit ketujuh untuk menerima perintah Sholat). Sedangkan Masid Quba sendiri merupakan masjid suci keempat setelah ketiga masjid tersebut. Hal tersebut sesuai dengan Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi RA.

“ Masjid Quba adalah salah satu masjid yang paling dimuliakan oleh Allah setelah Masjidil Haram (Makkah), Masjid Nabawi (Madinah), dan Masjidil Aqsha (palestina)”. (HR. Tirmidzi)

4. Sholat di Dalamnya Sama Seperti Pahala Umrah

Selain menjadi masjid yang dimuliakan Allah, Masjid Quba juga memiliki keutamaan lain. Keutamaan tersebut akan didapat oleh seorang muslim yang sholat di dalamnya. Nabi Muhammad SAW bersabdah bahwa pahala sholat di Masjid Quba setara dengan pahala melaksanakan Umrah. Hal tersebut sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad SAW:

كَعُمْرَةٍ  قُبَاءٍ مَسْجِدِ فِى الصَّلاَةُ

“Shalat di Masid Quba, Pahalanya seperti pahala umrah” (HR: Tirmidzi, no: 324, dan Ibnu Majjah, no:1411)

Dalam hadits lain juga disebutkan:

عُمْرَةٍ كَأَجْرِ لَهُ كَانَ صَلاَةً فِيهِ فَصَلَّى قُبَاءٍ مَسْجِدَ أَتَى ثُمَّ بَيْتِهِ فِى تَطَهَّرَ مَنْ

“Barang siapa yang bersuci di rumahnya, lalu mendatangi Masjid Quba, dan kemudian ia melaksanakan Sholat di dalamnya, maka pahalanya sama seperti pahala mengerjakan umrah” (HR. Ibnu Majjah dan Imam Nasa’i)

5. Masjid yang Dicintai Rasulullah

Dalam sebuah riwayat, meskipun telah tinggal di Madinah, akan tetapi Rasulullah selalu menyempatkan untuk mengunjungi Masjid Quba. Hal tersebut sesuai dengan Riwayat Abdullah bin Umar:

وَمَاشِيًا رَاكِبًا قُبَاءً يَأْتِى وسلم ه علي له الصلى النَّبِىُّ كَانَ

Artinya: “ Nabi Muhammad SAW biasa mendatangi Masjid Quba sambil memakai kendaraan, dan (kadang) dengan berjalan kaki” (HR: Bukhori, no: 1194, dan Imam Muslim, no:1399)

Dalam hadits lain juga disebutkan:

سَبْتٍ كُلَّ  يَأْتِيهِ وَكَانَ وسلم عليه الله صلى النَّبِىَّ رَأَيْتُ يَقُولُ سَبْتٍ كُلَّ قُبَاءً يَأْتِى كَانَ عُمَرَ ابْنَ أَنَّ

Artinya: “Ibnu Umar biasa mendatangi Masid Quba setiap hari Sabtu, ia berkata bahwa ia melihat nabi Muhammad SAW mendatangi masjid tersebut pula pada Hari Sabtu”

Dari hadits dan riwayat diatas disebutkan bahwa Nabi selalu mengunjungi Masjid Quba setiap hari Sabtu. Hal tersebut menunjukkan betapa cintanya Nabi Muhammad SAW terhadap Masjid Quba.

Sumber:

  1. Kitab “Al-Ajru Al-Kabir Ala Amal Al-Yasir” karya Muhammad Khair Ramadhan Yusuf, tahun terbit:1415 H. penerbit: Dar Ibn Hazm.
  2. Buku Amalan di Tanah Suci, karya H.Rafiq Jauhary  No. ISBN: 9789790393608. Tahun tebit 2016. Penerbt Aqwa Medika
  3. Buku Tempat Bersejarah yang dikunjungi Rasulullah, Karya Hanafi Muhalawi. No. ISBN: 9795600583, tahun terbiit: 2006, penerbit: Gema insani.

 

BACA JUGA

10 Fakta Unik Masjid Aschabul Kahfi Tuban
7 MASJID TERBESAR DI INDONESIA
5 Masjid Terbesar di Singapura
7 Peristiwa Penting Yang Menyambut Kelahiran Nabi Muhammad
Sejarah Masjid Menara Kudus Dan Perjuangan Sunan Kudus
7 MASJID TERBESAR DI JAWA TIMUR
TATA CARA DAN KEUTAMAAN SHOLAT TAUBAT
Pengertian, Macam dan Keutamaan Sholat Rowatib
Ingin Khusyu’ Saat Sholat? Ikuti Tips berikut!
8 Keutamaan Sholat Istikharah Yang Patut Diketahui
Hukum dan Manfaat Mengerjakan Sholat Berjamaah
Keutamaan Dan Tata Cara Sholat Hajat (Arab dan Latin)

Share halaman ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •