Rasulullah Muhammad SAW merupakan Nabi sekaligus Rasul terakhir yang diutus Allah untuk menyempurnakan akhlak serta akidah umat manusia. Nabi Muhammad merupakan satu-satunya Nabi yang lahir dari Bangsa Arab, dimana Nabi-nabi sebelumnya lahir dari Bangsa Israil.

Artikel ini akan membahas secara lengkap sejarah hidup Nabi Muhammad dari lahir hingga wafat, riwayat hidup Nabi Muhammad sebelum menjadi Rasul, serta cerita hidup Nabi Muhammad SAW.

SILSILAH NABI MUHAMMAD

Nabi Muhammad merupakan Putra pertama dan satu-satunya dari Abdullah bin Abdul Muthalib dengan Aminah binti Wahab. Kakek Rasulullah, yakni Abdul Muthalib merupakan orang yang sangat disegani oleh masyarakat Suku Quraisy, dimana beliau merupakan pemegang pintu Ka’bah.

Nabi Muhammad lahir dari keluarga Bani Hasyim. Yaitu suatu keluarga yang dikenal dermawan, terhormat, tidak suka meminta-minta dan selalu menepati janji. Bani Hasyim sendiri merupakan kelurga yang paling dihormati diantara keluarga-keluarga Suku Quraisy lainnya.

Ayah Rasulullah, Abdullah bin Abdul Muthalib merupakan saudagar kain yang sering melakukan perjalanan dari Mekkah ke Negara-negara tentangga seperti Syam. Sedangkan Ibu Rasulullah, Aminah binti Wahab merupakan anak perempuan dari pemimpin Bani Zuhrah. Baik Ayah Rasulullah maupun Ibu nya keduanya merupakan keturunan suku Quraisy.

Suku Quraisy sendiri merupakan suku terbesar di Arab, yang mana suku tersebut merupakan keturunan kesepuluh Nabi Ismail AS. Sebagai Suku yang memiliki keturunan langsung dengan Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim, Suku Quraisy menjadi suku yang paling dihormati dan disegani di seluruh Jazirah Arab.

KELAHIRAN NABI MUHAMMAD

Nabi Muhammad lahir pada tanggal 22 April 571 Masehi, atau bertepatan pada tanggal 12 Rabiul Awwal Tahun Gajah. Disebut dengan Tahun Gajah sebab tahun dimana Nabi Muhammad lahir bertepatan dengan peristiwa penyerangan Ka’bah yang dilakukan oleh Pasukan bergajah yang dipimpin oleh Raja Abrahah dari Syam.

Saat menjelang hari kelahiran Rasulullah, ada beberapa peristiwa luar biasa yang terjadi seolah menandakan bahwa utusan Allah akan lahir ke dunia. Beberapa peristiwa luar biasa tersebut diataranya, tanah di dataran Mekkah menjadi subur, padamnya api suci yang selama ini disembah oleh Kaum Majusi di Negara Syam, Berguncangnya istana Babylon hingga meruntuhkan singgahsana Raja, serta surutnya Danau Ar yang dianggap suci oleh penduduk Persia.

MASA KECIL NABI MUHAMMAD

Sejak bayi Rasulullah dirawat oleh Halimatus Sa’diah, Pengasuh sekaligus Ibu susu Rasulullah. Sudah menjadi tradisi masyarakat Arab jika bayi yang baru lahir akan dirawat dan disusui oleh ibu asuh yang nanti nya akan mendapat upah atau bayaran. Dari begitu banyak ibu susu yang ada di Mekkah, hanya Halimatus Sa’diyah yang bersedia merawat dan menyusui Rasulullah. Hal tersebut dikarenakan Rasulullah adalah anak yatim. Halimatus Sa’diyah merupakan wanita yang berasal dari desa terpencil di wilayah Arab. Rasulullah kemudian dirawat oleh Halima di desa asalnya, dan akan dikembalikan kepada Ibu nya pada saat berusia 10 tahun.

Kehidupan Halimah selalu mendapat keberuntungan sejak merawat Muhammad kecil, seperti usaha suami nya yang kian berkembang dan binatang ternak nya yang semakin banyak. Halimah meyakini bahwa semua itu anugerah dari Allah sebab merawat dan mengasuh Muhammad kecil.

Selama dirawat oleh Halimah di desa, Muhammad kecil tumbuh menjadi anak yang cerdas, cekatan, jujur, dan sopan. Ia juga sangat disukai oleh teman-teman sebaya nya, karena sikap nya yang menyenangkan dan pandai bergaul.

PERISTIWA SYAQQUS SADR

Syaqqus Sadr adalah peristiwa pembelahan dada Nabi Muhammad yang dilakukan Malaikat Jibril atas perintah Allah SWT. Peristiwa ini terjadi saat Rasulullah berusia 4 tahun. Pada waktu itu Rasulullah kecil sedang bermain bersama teman-teman sebaya nya. Riwayat lain menyebutkan peristiwa tersebut terjadi ketika Rasulullah sedang mengembalakan ternak milik Halimatus Sa’diyah bersama teman-teman sebaya nya.

Pada waktu itu dua laki-laki berpakaian putih menggandeng Muhammad kecil dan membawa nya ke ladang belakang rumah Halimah. Kedua lelaki tersebut kemudian melentangkan Rasulullah diatas sebuah batu besar dan membelah dada Rasulullah.

Teman-teman sebaya Rasulullah yang masih kecil langsung berlari ketakutan dan mengadu pada Halimah bahwa Muhammad telah dibunuh dua lelaki berbaju putih. Mendengar perkataan tersebut Halimah langsung berlari mencari Muhammad.

Saat ditemui Halimah, Muhammad kecil sudah terduduk ketakutan dan badan nya gemetar. Halimah kemudian bertanya pada Muhammad mengenai peristiwa yang menimpa nya. Muhammad kecil kemudian bercerita bahwa dada nya dibelah oleh dua lelaki yang membawa bejana emas yang berisi air zam-zam. Lelaki tersebut membelah dada nya dan membersihkan kotoran dari hati nya menggunakan air dalam bejana tersebut.

Halimah yang mendengar pertkataan Muhammad kecil tersebut langsung mempercayai nya, sebab Muhammad dikenal sebagai anak yang sangat jujur dan tidak pernah berdusta. Sehingga apa yang Ia ucapkan pastilah sebuah kebenaran.

MASA REMAJA NABI MUHAMMAD

Ibu Rasulullah, yakni Aminah binti Wahab wafat ketika Rasulullah berusia 6 tahun. Ketika Ibu nya wafat, Muhammad kecil masih tinggal bersama Halimatus Sa’diyah. Setelah Sayyidah Aminah wafat, Abdul Muthalib (kakek Nabi) menjemput Rasulullah dan membawa nya kembali ke Mekkah untuk dirawat disana.

Saat Nabi Muhammad berusia 8 tahun, Kakek nya meninggal dunia. Sehingga tugas mengasuh Nabi Muhammad diemban oleh Paman nya, Abu Thalib. Saat diasuh oleh Abu Thalib, Muhammad kecil tumbuh menjadi pribadi yang ulet dan pekerja keras. Ia juga sering membantu Abu Thalib menjual barang dagangan paman nya.

Saat usia 12 tahun, Rasulullah membantu paman nya berniaga hingga ke Negara-negara sekitar Mekkah, seperti Syam dan Busra. Pada usia 20 tahun, Rasulullah mulai mengelola perniagaan nya sendiri. Berkat kejujuran dan sifat amanah beliau, Rasulullah diberi kepercayaan Khadijjah, seorang saudagar kaya untuk menjual kain-kain ke negeri Syam.

PERNIKAHAN RASULULLAH DENGAN KHADIJAH

Selama lima tahun Rasulullah menjadi orang kepercayaan Khadijah, selama itu pula Khadijah selalu memperhatikan Rasulullah. Khadijah begitu kagum dengan kejujuran dan kerja keras Rasulullah. Kekaguman Khadijah tersebut akhirnya membuat Khadijja jatuh hati kepada Rasulullah, dan memutuskan untuk melamar Rasulullah.

Khadijah merupakan janda kaya yang berusia lebih tua dibandingkan Rasulullah. Ketika menikah dengan Rasulullah, Khadijah telah berusia 40 tahun, sedangkan Rasulullah berusia 25 tahun. Perbedaan usia yang terpaut jauh tersebut tidak menjadi masalah bagi Rasulullah, sebab Rasulullah memandang Khadijah sebagai wanita yang terhormat dan berakhla mulia.

MASYARAKAT ARAB PRA-ISLAM

Sebelum Islam datang, masyarakat Arab sedang mengalami degradasi moral, dimana kemaksiatan sudah menjadi kebiasaan disana. Kecurangan dalam jual beli, perzinaan, perjudian, dan meminum-minuman keras merupakan kebiasaan yang dianggap wajar oleh masyarakat Arab pada waktu itu.

Tidak hanya degradasi moral, kemusyrikan seperti praktek penyembahan berhala juga kerap dilakukan oleh masyarakat Arab. Masyarakat Arab juga memiliki kepercayaan jika bayi perempuan merupakan aib bagi kelurga, sehingga mereka tidak segan-segan membunuh bayi perempuan yang baru lahir. Zaman dimana masyarakat Arab mengalami kemrosotan moral dan akhlak tersebut disebut juga dengan Zaman Jahiliyah atau zaman kebodohan.

TURUNNYA WAHYU PERTAMA

Sejak menikah dengan Khadijah, Rasulullah sering menyendiri di Gua Hira. Kebiasaan Rasulullah menyendiri tersebut didasari keprihatinan Rasulullah akan kemrosotan moral dan rusak nya moral masyarakat Arab. Di dalam Gua Hira tersebut Rasulullah bertafakur dan bermunajat kepada Tuhan semesta alam.

Tepat pada tanggal 17 Ramadhan, Rasulullah didatangi Malaikat Jibril yang menyerupai seorang laki-laki. Malaikat Jibril menyuruh Nabi Muhammad untuk membaca. Namun Rasulullah berkata bahwa beliau tidak bisa membaca. Malaikat Jibril menyuruh Nabi Muhammad untuk membaca sampai tiga kali, namun Rasulullah tetap menolak untuk membaca, sebab beliau tidak bisa membaca.

Lalu Malaikat Jibril menuntun Nabi Muhammad untuk membaca Surat Al-Alaq ayat 1-5, yang ternyata ayat tersebut merupakan wahyu pertama yang turun pada Rasulullah . Turunnya wahyu pertama tersebut menjadi tanda bahwa Nabi Muhammad telah diangkat menjadi Nabi dan Rasul utusan Allah.

DAKWAH SECARA TERSEMBUNYI

Dakwah Rasulullah secara sembunyi-sembunyi dilakukan oleh Rasulullah setelah menerima wahyu yang kedua, yakni surat Al-Mudatsir ayat 1-3. Wahyu kedua tersebut berisi tentang perintah untuk memberi peringatan tentang adanya azab Allah terhadap kaum yang musyrik.Wahyu kedua ini sekaligus menjadi pertanda bahwa Rasulullah diperintah untuk melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi.

Dakwah Rasulullah secara sembunyi-sembunyi disebut juga dengan Syiar Sirih Nabawiyah, atau lebih dikenal dengan istilah Syirriyah. Dakwah secara sembunyi-sembunyi ini dilakukan oleh Rasulullah selama 3 tahun yang bertempat di Rumah Sahabat Arqam bin Abi Arqam.

Pada mulanya Rasulullah hanya berdakwah kepada orang-orang terdekat seperti keluarga dan sahabat-sahabat beliau. Pada awal berdakwah, ada 10 orang yang pertama masuk Islam yang disebut dengan Assabihunal Awwalun.

DAKWAH SECARA TERANG-TERANGAN

Dakwah secara terang-terangan dilakukan oleh Rasulullah pada tahun ke 4 kenabian, yaitu 4 tahun setelah wahyu pertama turun. Dakwah secara terang-terangan ini dilakukan Rasulullah setelah menerima wahyu Surat Al-Hijr ayat 94 yang berbunyi:

فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَاَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِيْنَ

Maka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang yang musyrik.

Strategi dakwah Rasulullah secara terang-terangan tersebut dilakukan dengan cara mengundang keturunan Bani Hasyim untuk menghadiri jamuan makan. Setelah itu Rasulullah melakukan pendekatan secara personal dan tanpa paksaan untuk mengajak mereka masuk Islam. meskipun banyak dari keturunan Bani Hasyim yang menolak ajaran Rasulullah, namun ada tiga orang dari Bani Hasyim yang telah masuk Islam meskipun secara sembunyi-sembunyi. Mereka adalah Ali bin Abi Thalib, Ja’far bin Abi Thalib, dan Hamzah bin Abdul Muthalib.

Setelah berdakwah kepada Bani Hasyim, selanjutnya Rasulullah melakukan dakwah kepada penduduk Mekkah secara umum. Dakwah tersebut dilakukan oleh Rasulullah di Bukit Shafa. Adapun sahabat dari luar Bani Hasyim yang masuk Islam pada periode ini adalah Umar Bin Khattab, Abu Dzar Al-Ghifari, dan Tufail bin Amr Ad-Dausi.

HIJRAH DARI MEKKAH KE MADINAH

Rasulullah melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi selama 3 tahun dan dakwah secara terang-terangan secara 10 tahun. Sehingga lamanya Rasulullah berdakwah di Kota Mekkah adalah selama 13 tahun. Selama 13 tahun tersebut pengikut Rasulullah semakin banyak, namun semakin besar pula tantangan serta tekanan dari Kaum Quraisy Mekkah.

Kaum Musyrikin Quraisy tidak segan-segan menyiksa para Sahabat yang telah memeluk Islam. sehingga Rasulullah memutuskan untuk Hijrah dari Mekkah ke Madinah. selain penyiksaan terhadap para Sahabat, faktor yang mendasari Hijrahnya Nabi ke Madinah adalah kematian Khadijah, Istri Rasulullah.

Peristiwa Hijrah dari Mekkah ke Madinah sendiri terjadi pada tahun 622 Masehi atau 13 tahun setelah peristiwa kenabian. Sebelum Hijrah ke Madinah, Nabi pernah melakukan Hijrah Ke Habasyyah (Ethiopia), namun ditolak oleh Rakyat Habbasyah. Berbeda dengan penduduk Habasyah, Penduduk Madinah justru menerima Nabi Muhammad dan para Sahabat dengan senang hati.

MEMBANGUN KOTA MADINAH

Sebelum Nabi Muhammad hijrah, Madinah hanyalah kota kecil yang bernama Yatsrib. Tidak ada yang istimewa dari kota Yatsrib, kecuali penduduknya yang terkenal ramah dan memiliki sikap toleransi yang tinggi. Hal itulah yang menjadi alasan Nabi memilih berhijrah ke kota Yatsrib.

Sejak Rasulullah dan para sahabat berhijrah ke Yatsrib, kota tersebut menjadi sangat maju bahkan melebihi kota Mekkah. Rasulullah dan para sahabat membangun kota Yatsrib dari segala aspek, baik aspek keagamaan, perekonomian, kemiliteran, kesenian, maupun ilmu pengetahuan.

PEPERANGAN YANG DILAKUKAN RASULULLAH

Kemajuan kota Yatsrib (Madinah) bahkan melebihi Mekah, membuat Suku Quraisy Mekah merasa iri dan ingin mengusik umat muslim yang ada di Madinah. Suku Quraisy mengajak suku-suku lain di Arab untuk menyerang kota Madinah.

Melihat hal tersebut, Rasulullah dan para sahabat pun tidak tinggal diam. Untuk mempertahankan diri jalur peperangan pun ditempuh oleh Rasulullah dan para sahabat. Beberapa perang yang pernah dilakukan Rasulullah melawan Suku Quraisy antara lain Perang Badar, Perang Uhud, Perang Khandak, Perang Buwath, dan Perang Khandak.

PENAKHLUKAN MEKAH

Setelah 8 tahun tinggal dan membangun kota Madinah, Rasulullah dan para Sahabat memutuskan untuk membebaskan kota Mekah yang ada dibawah kekuasaan Kafir Quraisy. Keputusan Nabi untuk merebut kota Mekah dari kaum Quraisy tersebut disebabkan kaum Quraisy yang selalu mempersulit umat islam Madinah untuk melaksanakan ibadah haji.

Sehingga pada tanggal 10 Ramadhan tahun 8 H, Rasulullah brsama 10.000 pasukan yang terdiri dari kaum Muhajirin dan Kaum Anshar serta suku-suku yang tinggal di sekitar Madinah berangkat menuju Mekkah untuk merebut Kota Mekah. Peristiwa pembebasan Kota Mekah tanpa ada pertumpahan darah tersebut dikenal dengan nama Fatkhu Mekah.

WAFATNYA RASULULLAH

Rasulullah Wafat pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriyah, yakni 3 tahun setelah peristiwa Fatkhu Mekah. Sebelum meninggal Rasulullah terlebih dahulu sakit selama 18 hari. Sebelum wafat, rasulullah berwasiat agar umat nya selalu beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

 

Sumber: https://bit.ly/37majJ9

Baca Juga:

6 KAUM NABI TERDAHULU YANG DIAZAB DAN DIBINASAKAN OLEH ALLAH
7 TIPS MENGELOLA KEUANGAN SESUAI SYARIAT ISLAM
7 TRADISI UNIK PERAYAAN MAULID NABI YANG ADA DI INDONESIA
4 KITAB SUCI DALAM AGAMA ISLAM
SEJARAH KITAB INJIL MENURUT ISLAM
SEJARAH KITAB ZABUR  MENURUT ISLAM
SEJARAH KITAB TAURAT MENURUT ISLAM
10 SAHABAT NABI YANG PERTAMA MASUK ISLAM
TIPS MENJAGA KESEHATAN SAAT NEW NORMAL